Gerindra Makassar Bantah Ada Mahar untuk Caleg

32
  • 3
    Shares
Gerindra Mks
Gerindra Makassar menggelar konferensi pers di salah satu cafe di Jalan Bontolempangan, Makassar. (IST)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – DPC Partai Gerindra Kota Makassar kembali diterpa isu miring menjelang Pemilihan Legislatif 2019 mendatang. Terbaru, Gerindra diterpa isu penyetoran mahar politik bagi kader yang ingin diikutsertakan namanya dalam daftar caleg sementara (DCS).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bappilu Partai Gerindra Kota Makadsar, Pice Jehali menegaskan jika partai besutan Prabowo Subianto itu tidak mewajibkan kader internal ataupun eksternal yang ingin maju sebagai bakal caleg menyetor mahar politik.

“Semuanya kami gratiskan, mulai dari pendaftaran pada Mei lalu hingga penyetoran nama DCS ke KPU Kota Makassar,” kata Pice saat menggelar jumpa pers di salah satu cafe di jalan Bontolempangan Makassar, Kamis (19/7/2018).

Menurut Pice, isu miring yang menimpa Partai Gerindra itu merupakan hoax dan sangat merugikan partainya. Dia juga menilai jika ada oknum yang dengan sengaja menyebar fitnah dengan dalil penyetoran mahar politik sebesar Rp 10 juta yang berafiliasi dengan media abal-abal demi menjatuhkan Partai Gerindra di hadapan khalayak umum.

“Ini jelas ada oknum yang sengaja menjelekkan dan ingin menjatuhkan Partai Gerindra. Sebab kita ketahui bersama jika saat ini Partai Gerindra merupakan kandidat pemenang,” paparnya.

Ia menambahkan, dalam penetapan nama calon legislatif, Partai Gerindra telah memiliki prosedur dan syarat tersendiri. Di dalam persyaratan itu tidak ada penarikan biaya apapun walaupun itu hanya satu rupiah.

“Kita ada aturan main. Jika pun ada pembayaran harus dilaporkan kepada pengurus DPD Sulsel,” ujarnya.

Dia juga menegaskan jika penyetoran uang sebesar Rp 10 juta itu merupakan inisiatif salah seorang kader yang ingin membantu Partai Gerindra dalam beberapa kegiatan. Namun, uang mereka telah dikembalikan sebelum penyetoran nama ke KPU.

“Awalnya tidak ada yang dirugikan, uang kader itu sudah kami kirim balik. Namun dengan adanya pemberitaan di media online, kami merasa terpojokkan dan seakan-akan tidak mendapat keadilan. Kami tidak pernah dikonfirmasi oleh media itu perihal mahar politik,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra Makassar, Eric Horas menyayangkan adanya oknum internal partai yang menyebar fitnah.

Menurut dia, jika tidak terakomodir masuk dalam daftar caleg maka tidak perlu memfitnah pengurus dengan mahar politik. Ini sama saja pencemaran nama baik partai dan karakter.

“Isu mahar ini sangat merugikan saya. Saya akan mengambil langkah hukum. Apalagi oknum yang menyebar fitnah itu sudah menjadi anggota salah satu partai politik,” kata Wakil Ketua DPRD Makassar itu.

Eric berharap mantan pengurus Partai Gerindra yang menyatakan mundur sebagai kader tidak perlu mencemarkan apalagi menyerang balik. Sebab, mereka telah pernah memperoleh pendidikan politik di Partai Gerindra walaupun memang masih sangat terbatas.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel, Darmawansah mengatakan, seluruh caleg partai Gerindra, baik DPR, DPRD Provinsi hingga DPRD Kabupaten/Kota tidak ada yang menyetorkan mahar apapun.

Menurut dia, pengurus yang tidak terakomodir dalam penjaringan caleg harusnya introspeksi diri, sebab Partai Gerindra sebagai partai besar tetap mengutamakan kualitas caleg.

“Kita ini tidak ingin anggota di parlemennya yang hanya datang duduk diam. Tapi sesuai amanat Pak Prabowo Subianto, kader yang didorong yang memiliki kualitas mumpuni yang mampu memperjuangkan kemakmuran rakyat,” katanya.

Penulis: Asrul
Editor: Awang Darmawan

Gerindra Makassar Bantah Ada Mahar untuk Caleg 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga