Diusir dari Sekolah, Puluhan Murid SD di Palopo Belajar di Halaman Dinas Pendidikan

79
  • 11
    Shares
Sd Palopo
Murid SDN 12 Langkanae Kota Palopo terpaksa tak bisa belajar lantaran diusir dari sekolahnya. (Sulselsatu/Herianto)

SULSELSATU.com, PALOPO – Puluhan orang tua murid Sekolah Dasar (SD) di Kota Palopo, mendatangi Kantor Dinas Pendidikan, di Jl KH. M. Hasyim, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Kamis (19/07/2018).

Mereka datang memprotes sikap pihak Sekolah SDN 12 Langkanae Kota Palopo yang telah mengeluarkan sedikitnya 36 muridnya dari sekolah secara sepihak. Padahal, anak-anak mereka sudah mengikuti proses belajar selama tiga hari terakhir.

Akibatnya, puluhan murid SD tersebut terlantar dan hanya bermain di halaman kantor Dinas Pendidikan Kota Palopo.

Salah seorang orang tua murid, Nurcahya mengatakan, dari awal mereka sudah mendaftar melalui jalur online di SDN 12 Langkanae. Akan tetapi, mereka diterima melalui jalur offline sehingga anaknya mulai masuk belajar sejak Senin lalu.

“Anak kami tiba-tiba dikeluarkan dari sekolah, padahal sudah dinyatakan diterima dan mulai belajar. Bahkan, mereka sudah memakai baju seragam yang dibayar sebesar Rp 240 ribu kepada pihak sekolah,” ucap Nurcahya.

Nurcahya menambahkan, pada saat pendaftaran di sekolah mereka juga diminta menyetor akte kelahiran anaknya. Pihak sekolah sempat menyitanya dengan alasan agar orang tua murid tidak mendaftar di sekolah lainnya.

“Alasannya, agar kami tidak mendaftarkan anak kami di sekolah lain,” bebernya.

Orang tua murid lainnya, Junita Djamil mengatakan, dirinya dan puluhan orang tua lainnya berkeras menolak jika anak mereka dikeluarkan dari sekolah. Mereka tetap bertahan untuk menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut.

“Kami tidak akan terima jika anak kami dikeluarkan, karena itu akan mempengaruhi psikologis anak. Mereka sudah belajar dan mengenal satu sama lain, sehingga hal tersebut akan mempengaruhi mental mereka. Apa lagi masih anak-anak,” kata Junita.

Penulis: Herianto
Editor: Awang Darmawan