Raut Kesedihan Hamzah Mamba Usai Ditahan 119 Hari

71
  • 2
    Shares
Hamzah Mamba
Eks CEO Abu Tours and Travel Hamzah Mamba saat diserahkan ke Kejari Makassar. (Sulselsatu/Hermawan Mappiwali)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Eks CEO Abu Tours, Hamzah Mamba resmi menjadi tahanan Kejari Makassar. Pria 35 tahun itu telah dibawa ke rumah tahanan (Rutan) kelas I Makassar, Jumat (20/7/2018) sore.

Diketahui, Hamzah Mamba hari ini menjalani proses hukum tahap dua berupa pelimpahan tersangka dari pihak kepolisian Polda Sulsel ke pihak Kejaksaan Negeri Makassar.

Total 119 hari sudah Hamzah ditahan polisi sejak ia ditetapkan sebagai tersangka kasus Abu Tours pada Jumat, 23 Maret 2018 lalu.

Pelimpahan Hamzah menjadi tahanan JPU sendiri terjadi Jumat siang. Ia yang mengenakan kaos putih polos berkerah tiba di kantor Kejaksaan Negeri Makassar, Jalan Amanagappa sekira pukul 13.20 Wita.

Namun sejak turun dari mobil penyidik hingga dibawa ke sebuah ruangan, Hamzah enggan berkomentar meski sekadar sepatah kata. Ia diam seribu bahasa.

Lalu berselang dua jam kemudian, Hamzah kembali dibawa keluar menuju kendaraan tahanan Kejari Makassar untuk selanjutnya digelandang ke rutan kelas I Makassar, Jalan Rutan Rappocini.

Saat itu Hamzah Mamba lagi-lagi enggan berkomentar. Hanya saja, mata sang eks CEO Abu Tours itu terlihat berkaca-kaca. Entah apa yang ia pikirkan, Hamzah Mamba terus bungkam hingga menaiki kendaraan tahanan Kejari Makassar.

Sementara itu, salah satu kuasa hukum Agus Salim yang ikut mendampingi Hamzah saat proses hukum tahap dua di Kejari Makassar hanya berkomentar datar. Ia meminta agar proses hukum terhadap kliennya berasaskan keadilan.

“Klien saya meminta keadilan sesuai peraturan hukum yang berlaku. Ikuti saja,” pungkasnya.

Terpisah, Kasi Penkum Kejati Sulsel Salahuddin menerangkan, bahwa sebagaimana prosedur yang ada, pihak jaksa akan menahan Hamzah Mamba selama 20 hari ke depan. Dengan masa tahanan 20 hari tersebut, pihaknya akan berupaya secara maksimal merampungkan berkas tersangka agar bisa segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Makassar.

“Tapi kalau 20 hari masa tahanan itu tidak cukup, maka kami akan minta perpanjangan. Karena yang kami utamakan mempersiapkan berkas dakwaan sebaik mungkin,” ujar Salahuddin kepada sulselsatu.com

Penulis: Hermawan Mappiwali
Editor: Awang Darmawan