Pemprov Sulsel Gandeng USAID Jamin Penyediaan Air Bersih dan Sanitasi

46
  • 2
    Shares
Usaid

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemprov Sulsel dan USAID IUWASH PLUS melanjutkan kerja sama terkait ketersediaan air bersih dan sanitasi di sejumlah daerah di Sulsel.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilakukan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( Bappeda) Sulsel dan Chief of Party USAID/Indonesia IUWASH PLUS, Louis O’Brien disaksikan langsung oleh Pj Gubernur Sulsel, Sumarsono di Rujab Gubernur, Kamis, (19/07/2018).

“Jadi itu, terkait mereka melakukan asistensi terkait ketersedian air bersih di Makassar, Barru, Bulukumba dan Banteng dan pesan Pak Gubernur kalau bisa rentang perjanjian itu sampai tahun 2021. Tetapi tidak menutup kemungkinan bisa memeperluas cakupan pendampingan,” kata Jufri.

Pendampingan ini khususnya daerah yang capaian air bersihnya masih dibawah 50 persen, seperti daerah Tana Toraja dan Toraja Utara.

Adapun data BPS 2016 untuk capaian air bersih terendah Tana Toraja hanya 42,7 persen dan Toraja Utara 51,5 persen. Sedangkan yang tertinggi Makassar (97,82 persen), Bantaeng (92,2 persen), Parepare (90,17 persen), Palopo (89,5 persen) dan Kepulauan Selayar (79,86 persen).

MoU ini terkait Program USAID Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan Untuk Semua (USAID IUWASH PLUS) akan dilaksanakan selama 5 tahun untuk mendukung Pemerintah Indonesia meningkatkan akses air minum dan layanan sanitasi serta perbaikan perilaku hygiene masyarakat miskin dan kelompok rentan di perkotaan.

Program dilaksanakan oleh DAI Global LLC bekerjasama dengan instansi Pemerintah, donor, pihak swasta, LSM, kelompok masyarakat serta mitra lainnya untuk mendukung pencapaian target Akses Universal 2019 untuk sektor air minum dan sanitasi.

Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Awang Darmawan