38 Kali Gempa Susulan Terjadi di Selatan Malang

8
  • 2
    Shares
Ilustrasi (INT)

SULSELSATU.com, MALANG – Gempa dengan kekuatan 5,5 magnitudo — sebelumnya diberitakan 5,8 magnitudo — mengguncang selatan Malang, Kamis (19/7). Setelah gempa itu, masih muncul 38 kali gempa susulan hinigga Jumat (20/9) pagi.

“Hingga pagi ini Jumat 20 Juli 2018, pukul 08.00 WIB sudah terjadi 38 kali gempa susulan di selatan Malang,” kata Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangan tertulis, Senin (20/7).

Daryono mengatakan, gempa susulan semacam ini masih tergolong wajar dan normal. Dalam ilmu gempa atau seismologi, aktivitas gempa seperti yang terjadi di selatan Malang ini disebut sebagai Gempa Tipe I.

Aktivitas gempa yang diawali dengan gempa pendahuluan (foreshocks) selanjutnya terjadi gempa utama (mainshock) dan selanjutnya diikuti oleh serangkaian gempa susulan (aftershocks) yang banyak.

“Gempa selatan Malang ini menjadi menarik karena mengingatkan kita dan menjadi penanda aktifnya zona megathrust di selatan Malang. Menyikapi hal ini tentu langkah paling tepat adalah mengedepankan sikap waspada dengan meningkatkan kapasitas diri, memperkuat mitigasi, tanpa rasa takut, dan khawatir berlebihan,” jelas dia dikutip dari kumparan.

Gempa susulan yang muncul juga kekuatannya tidak lebih tinggi dari gempa pertama, yakni antara 3,2-4,9 magnitudo. Masyarakat diminta tak perlu cemas, takut, dan khawatir. BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa tsb dan hasilnya segera diinformasikan kepada masyarakat.

“Perlu dipahami bahwa semua gempa yang terjadi dengan kekuatan signifikan akan diikuti oleh aktivitas susulan, sehingga banyaknya gempa susulan di selatan Malang ini masih dinilai wajar. Apalagi jika gempa yang terjadi di zona batuan “rapuh (brittle) ” maka gempa susulan yang terjadi akan lebih banyak,” tambah dia.

Gempa susulan ini juga sangat penting untuk melepas semua energi yang tersimpan sehingga batuan akan stabil dan normal.

Editor : Agung Hidayat