Sumarsono Janji Perjuangkan Akses Udara ke Toraja

81
  • 1
    Share
Img 20180720 Wa0049
SULSELSATU.com, TANA TORAJA – Pj Gubernur Sulsel, Sumarsono, menyampaikan kekagumannya pada Toraja baik itu Tana Toraja dan Toraja Utara atas kekayaan alam dan budayanya. 
 
Hal itu disampaikannya saat bersilaturahmi dan memberikan arahan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Tana Toraja di di Gedung Tammuan Mali, Kecamatan Makale, Tana Toraja, Sabtu (20/07/2018).
 
“Tidak ada Sulsel tanpa Toraja, Sulsel justru terkenal karena punya Toraja. Sama dengan Indonesia punya Bali. Saya kalau di pusat orang nanyanya Toraja, karena kampanye Toraja sudah mendunia orang melihat pariwisatanya,” katanya.
 
Survei juga menujukkan ketertarikan orang untuk datang ke suatu wilayah paling utama yaitu melihat kultur yang belum pernah dilihatnya sementara Toraja memiliki hal tersebut serta keindahan alamnya. 
 
Soni, sapaanya, menyebut Toraja sama dengan Bali, hanya saja perbedaanya ada pada akses, akses ke Bali lebih mudah. Untuk itu, maka solusi yang diperlukan oleh Toraja ada pembukaan akses transportasi udara. 
 
Untuk itu, Sumarsono yang juga Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri ini akan melakukan tiga langkah untuk mewujudkan hal tersebut. 
 
Langkah pertama, adalah mengajukan secepatnya ke Menteri Perhubungan untuk membuka pernerbangan tujuan Toraja. Hal ini yang akan menjadi prioritas pertamanya saat tiba di Makassar. Berkoordinasi dengan Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae.
 
“Sudah ada maskapai yang setuju, yaitu Lion Air, namun izin trayeknya belum ada, maka tugas saya sebagai gubernur adalah Kementrian Perhubungan,” paparnya. 
 
Hal, kedua adalah penerbangan dengan opsi subsidi silang, berbicara Toraja maka akan membicarakan akses dua daerah Tana Toraja dan Toraja Utara, termasuk Enrekang. 
 
“Maka provinsi harus ikut menangani karena sifatnya lintas kabupaten-kota, maka Pemerintah Provinsi harus memberikan subsisi,” sebutnya. 
 
Dengan menggunakan baju adat Toraja, Tenun Toraja dan Passapu. Ia mengaku merasa terdorong agar daerah ini bisa dirasakan oleh masyarakat manfaatnya. 
 
Ketiga, jika belum jelas respon pusat. Maka, ia akan berusaha mengundang Jokowi melihat langsung Toraja. 
 
“Kalau ini masih lama nda jelas, Pemerintah Provinsi Sulsel akan melakukan penguatan surat meminta Pak Presiden hadir di Tana Toraja hadir di bulan Desember (Lovely Desember).  Saya sebagai gubernur akan bersurat menjadi penguatan aspirasi butuh transportasi udara,” paparnya. 
 
Bahkan Ia akan mengundang sebelum masa Jabatan Sumarsono berakhir di bulan September. Ia yakin, Jokowi akan mewujudkan ini, apalagi merupakan kebutuhan masyarakat. Konsep Nawa Cita adalah negara hadir di masyarakat dan hadir ditengah masyarakat.
 
Ia berjanji juga akan hadir dalam HUT Tana Toraja pada 31 Agustus mendatang, besok diangendakan akan menghadiri HUT Kabupaten Toraja Utara. 
 
Baginya Toraja adalah daerah yang kaya dengan masyarakat yang ramah dan juga merupakan bagian dari pengambaran pluralisme di Sulsel. 
 
“Toraja ini the land of smiling people, Saya saja orang luar bangga,  apalagi anda orang Toraja harus bangga,” pungkasnya.
 
Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Kink Kusuma Rein