Terkait Rencana Penjualan Aset Pertamina, Ini Tanggapan Menteri BUMN

34
  • 1
    Share
Menteri BUMN, Rini Soemarno saat meninjau proyek pembangunan Makassar New Port (MNP) di Sultan Abdullah Raya, Makassar, Senin (15/1/2018). (Sulselsatu.com/Moh. Niaz Sharif)
Terkait Rencana Penjualan Aset Pertamina, Ini Tanggapan Menteri BUMN 1

SULSELSATU.com,JAKARTA – Kementerian BUMN didemo para karyawan PT Pertamina (Persero) pada Jumat (20/7). Karyawan PT Pertamina menolak penjualan aset-aset yang dimiliki Pertamina sebagai bentuk respons surat persetujuan Menteri BUMN Rini Soemarno terkait aksi korporasi Pertamina.

Kali ini, Rini langsung menemui pendemo dengan menaiki mobil komando. Di sana Rini menyampaikan tidak ada keputusan dan persetujuan darinya mengenai penjualan aset tersebut.

Rini menegaskan, surat yang beredar tersebut merupakan respons dari surat yang diusulkan Pertamina kepada pemerintah yang sifatnya masih berupa izin prinsip, yakni perizinan kepada pemegang saham untuk mengkaji atas rencana-rencana aksi korporasi strategis Pertamina.

“Baca betul surat saya. Dalam surat saya katakan tolong dikaji untuk kemungkinan aksi korporasi downshare pada WK (Wilayah Kerja) yang dimiliki Pertamina. Saya juga tegaskan bahwa kendali harus tetap ada di Pertamina,” kata Rini ketika menemui massa aksi unjuk rasa dari Federasi Serikat Pekerja Pertamina (FSPP) di depan gedung Kementerian BUMN, Jakarta.

Oleh karena itu, dalam suratnya Rini tegas meminta agar Pertamina mengkaji mendalam dan komprehensif bersama dengan Dewan Komisaris untuk mengusulkan opsi-opsi terbaik yang nantinya akan diajukan melalui mekanisme RUPS sesuai ketentuan yang berlaku.

Tidak ada kalimat ‘penjualan aset’ ataupun ‘persetujuan penjualan aset’ dalam surat tersebut. Justru Rini meminta Pertamina mempertahankan aset-aset strategis di hulu dengan menjadi pemegang kendali.

Rini memastikan, pihaknya akan selalu fokus untuk berupaya menyehatkan keuangan BUMN, sehingga kuat untuk waktu yang lama.

“Pertamina harus sehat untuk 100 tahun ke depan, untuk anak cucu kita,” ujar Rini.

Rini menuturkan, rencana aksi korporasi Pertamina yang diusulkan kepada pemerintah tersebut memberi peluang bagi Pertamina untuk mengundang strategic partner yang memiliki keunggulan dalam teknologi dan bisnis di bidang energi.

Dengan menggandeng mitra bisnis yang tepat, Pertamina juga bisa mendapatkan nilai tambah, baik dari segi teknologi, perluasan pasar dan networking bisnis.

Pertamina yang saat ini sudah menjadi induk BUMN migas adalah 100 persen milik negara sehingga harus didukung bersama agar mampu menjadi agent of development yang dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat, bangsa dan negara.

Terakhir, Rini juga mengapresiasi para karyawan Pertamina yang selalu setia mengawal keberlangsungan bisnis perusahaan.

Editor : Agung Hidayat

Iklan stie Amkop

Rekomendasi Berita

Baca Juga