Hacker Curi 1,5 Juta Data Pasien di Singapura

83
  • 1
    Share
Ilustrasi. (Int)

SULSELSATU.com – Para peretas mencuri 1,5 juta data pasien Singapura. Dari angka itu sekitar 160 ribu di antaranya termasuk data kesehatan pribadi Perdana Menteri Lee Hsien Loong dan beberapa menteri. Data pasien rawat jalan juga termasuk yang dicuri.

Para peretas membobol komputer SingHealth, institusi kesehatan terbesar di Singapura yang memiliki empat rumah sakit, lima pusat spesialis, dan delapan poliklinik.

Dilansir dari laman the Straits Times, Sabtu (21/7), dalam jumpa pers kemarin, pihak berwenang mengatakan data PM Lee termasuk yang secara khusus dijadikan target.

Sebanyak 1,5 juta pasien berobat ke klinik dan dokter spesialis dan poliklinik SingHealth sejak 1 mei 2015 hingga 4 Juli 2018.

Data-data pribadi non medis yang dicuri dan disalin itu termasuk nama, nomor KTP, alamat, jenis kelamin, ras, dan tanggal lahir. Sejauh ini belum ada bukti peretasan serupa terhadap layanan kesehatan publik lain selain SingHealth.

Menteri Kesehatan Gan Kim Yong dan Menteri Komunikasi dan Informasi S Iswaran menyebut peretasan ini yang paling serius dan belum pernah terjadi sebelumnya di Singapura.

Gan menyampaikan permohonan maaf kepada para pasien dengan mengatakan, “Kami sangat menyesal dengan kejadian ini.”

Direktur Eksekutif Badan Keamanan Siber Singapura David Koh mengatakan ‘serangan itu dilakukan dengan sengaja dan terencana sangat baik.’

“Ini bukan serangan peretas biasa atau gang kriminal,” kata dia.

Editor : Agung Hidayat

Hacker Curi 1,5 Juta Data Pasien di Singapura 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga