Senjata Meletus di Bandara Soetta, Dua Polisi Tujuan Aceh Batal Diterbangkan

104
  • 2
    Shares
8ca12620 313f 4654 B63f Ed41ec03e28a
Bandara Soekarno-Hatta. (Int)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Penumpang di Terminal Tiga Bandara Soekarno-Hatta, panik tak kepayang saat mendengar suara ledakan di area check-in counter sekira pukul 06.00 WIB, Minggu (22/7/2018).

Senjata api milik salah satu anggota kepolisian, Bripda Galuh Apriyana dan Briptu Fajar Firmansyah tiba-tiba meledak dan mengenai salah satu petugas ground handling Terminal 3 Bandara Soekarono-Hatta, Tengerang.

Kedua anggota Protokol Polri itu merupakan penumpang Bandara Soetta tujuan Aceh. Namun pasca kejadian, dua polisi ini batal terbang.

“Ya kedua penumpang tersebut batal terbang karena harus menyelesaikan persoalannya terkait letusan tersebut,” kata Senior Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Febri Toga Simatupang seperti dikutip Viva, Minggu (22/7/2018).

Kedua polisi ini harus menyelesaikan masalah ini akibat adanya korban luka. Petugas ground handling mengalami luka setelah kakinya terkena serpihan letusan senjata api di area check-in.

“Kami harap semua berjalan lancar. Sementara, untuk kondisi di Bandara Soetta, khususnya Terminal 3 berjalan normal dan lancar setelah memang mendapatkan penjagaan ketat petugas kepolisian,” ujarnya.

Sebelumnya, penumpang dikejutkan dengan suara ledakan di area check-in counter Terminal 3, pukul 06.00 WIB. Saat itu ada dua penumpang maskapai Garuda Indonesia dengan GA 140 dengan rute Jakarta-Banda Aceh melakukan cek barang bawaan.

Saat melakukan proses pemeriksaan terjadi ledakan dari senjata api yang dibawa keduanya sebelum masuk dalam pesawat. Saat hendak mengosongkan senpi, Bripda Galuh membantu rekannya Briptu Fajar namun, tiba-tiba saja senjata api tersebut meletus.

Editor: Hendra Wijaya

Senjata Meletus di Bandara Soetta, Dua Polisi Tujuan Aceh Batal Diterbangkan 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga