Terkait OTT KPK di Sukamiskin, Fahri Hamzah: Cari Sensasi

58
  • 113
    Shares
Fahri Hamzah 1
Fahri Hamzah (IST)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Saat banyak pihak mendukung upaya KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Lapas Sukamiskin, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah justru melontarkan kritik tajam. Ia menilai KPK hanya mencari sensasi.

“Jadi yang dia lakukan sebenarnya cari-cari sensasi kayak begini. Main masuk ke lapas segala macam yang bukan merupakan kewenangan dia,” ujar Fahri di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (23/7).

Fahri mempertanyakan peran tim saber pungli yang digagas Presiden Jokowi untuk memberantas pungli di semua instansi. Menurutnya, penegakan hukum di Lapas mestinya tidak sampai dilakukan KPK.

“Saya nanya sekarang ke Pak Jokowi mana itu saber pungli? Ini semua omong kosong. Negara kehilangan arah dalam penegakan hukum hingga semuanya kacau, tidak ada kepastian. Wira-wiri ke sana kemari bikin ribut enggak jelas,” jelasnya dikutip dari kumparan.

Fahri menganggap KPK mencari sensasi karena kasus-kasus yang besar belum ada perkembangan, bahkan cenderung dibiarkan seperti Century dan Pelindo II.

“Sambil yang besar-besar hilang kasus Century hilang, kasus Pelindo II hilang, kasus reklamasi hilang, semua hilang. Yang sisa-sisanya ini apa? Ya kita ini disogok dengan isu hibur-hibur dengan adanya penangkapan kiri kanan,” tambahnya.

Fahri menganggap KPK mencari sensasi karena kasus-kasus yang besar belum ada perkembangan, bahkan cenderung dibiarkan seperti Century dan Pelindo II

“Sambil yang besar-besar hilang kasus Century hilang, kasus Pelindo II hilang, kasus reklamasi hilang, semua hilang. Yang sisa-sisanya ini apa? Ya kita ini disogok dengan isu hibur-hibur dengan adanya penangkapan kiri kanan,” tambahnya.

Sebelumnya, Tim KPK berhasil mengamankan setidaknya enam orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan sejak Jumat (20/7) hingga Sabtu (21/7) dini hari tadi. Salah satunya adalah Kalapas Sukamiskin Wahid Husen.

Selain Wahid, KPK juga berhasil mengamankan sejumlah pihak swasta dalam operasi tersebut.

“Setelah kami kroscek dan ada bukti awal, maka sekitar 6 orang diamankan, termasuk pimpinan lapas dan pihak swasta,” ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif saat dikonfirmasi, Sabtu (21/7).

Editor : Agung Hidayat