Andika Perkasa Dilantik Sebagai Pangkostrad di Mabes TNI AD

30
  • 1
    Share
Andika Perkasa
Letjen TNI Andika Perkasa (IST)

SULSELSATU.com, JAKARTA – KSAD Jenderal TNI Mulyono melantik Letjen TNI Andika Perkasa sebagai Pangkostrad di Mabes TNI AD, Senin (23/7). Selain itu, Mulyono juga melantik 5 pejabat tinggi TNI AD lainnya.

Setelah pelantikan, keenam pejabat tinggi TNI AD ini langsung menggelar serah terima jabatan dari pejabat lama ke pejabat baru. Mereka yakni Pangkostrad dari Letjen TNI Agus Kriswanto kepada Letjen TNI Andika Perkasa, Dankodiklat TNI AD dari Letjen TNI Andika Perkasa kepada Mayjen TNI A.M. Putranto, Pangdam II/Sriwijaya dari Mayjen TNI A.M. Putranto kepada Mayjen TNI Irwan.

Kemudian Pangdam XIII/Merdeka dari Mayjen TNI Madsuni kepada Mayjen Tiopan Aritonang, Pangdam XIV/Hasanuddin dari Mayjen TNI Agus Surya Bakti kepada Mayjen TNI Surawahadi, dan Aslog KSAD dari Mayjen TNI Irwan kepada Brigjen TNI Jani Iswanto.

Dalam sambutannya, Mulyono mengatakan pergantian pejabat di lingkungan TNI AD merupakan bagian dari mekanisme pembinaan organisasi dan implementasi dari proses regenerasi. Hal ini juga sekaligus menjaga kesinambungan kepemimpinan dalam rangka mendorong semangat pembaharuan dan penyegaran pola pikir yang akan diproyeksikan dalam rangka peningkatan kinerja sebuah instansi dan organisasi.

Dikatakan Kasad, pada sisi lain, perubahan lingkungan strategis yang semakin dinamis dan kompleks menuntut para Perwira untuk senantiasa meningkatkan kredibilitas, profesionalisme dan produktivitas dalam membangun sistem kerja yang lebih efektif dan efisien di satuannya yang baru.

“TNI AD menaruh harapan yang besar kepada para pejabat yang baru, agar kehadirannya diiringi dengan semangat untuk membangun guna meningkatkan kinerja organisasi serta membawa perubahan ke arah yang positif,” kata Mulyono dikutip dari laman tniad.mil.id, Senin (23/7).

Mulyono menegaskan, para pejabat mengemban tugas berat dalam menjaga integritas sebagai perwira. Dengan begitu, kepemimpinn seorang perwira tidak akan goyah.

“Dengan senjata integritas moral tersebut, niscaya kepemimpinan para Perwira tidak akan tergoyahkan meskipun era kemajuan teknologi saat ini mampu menghadirkan transparansi yang jernih bagi dunia dalam mengobservasi sepak terjang Anda selaku pimpinan,” tegas mantan Pangkostrad ini.

Dia meminta kepada para pejabat yang baru dilantik untuk terus membangun kemampuan satuannya dalam rangka kesiapsiagaan operasional tugas-tugas kedepan yang semakin kompleks dan dinamis.

Daya kekebalan bangsa ini mampu merekatkan bangsa Indonesia dan mengantarkan bangsa Indonesia ke pintu gerbang kemerdekaan, serta menangkal sekian banyak ancaman yang merongrong kemerdekaan yang telah diraih tersebut.

Mulyono juga menyoroti maraknya aksi kriminal baru yang disebut Cyber Narcoterorism. Pelaku kejahatan ini menggunakan dunia maya dan media sosial untuk mengedarkan narkotika guna mendanai kegiatan terorisme di dunia saat ini. Media sosial digunakan untuk memasarkan produk dan merekrut

“Kejahatan lintas negara ini akan menjadi ancaman serius bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kita semua harus mewaspadai, mengantisipasi dan mencegah secara dini “Cyber Narcoterorism” yang menjadi musuh bersama bangsa Indonesia saat ini, bahkan musuh bangsa-bangsa di dunia,” ujar Kasad.

Tentang pelaksanaan Pilkada serentak yang baru dilaksanakan beberapa waktu lalu, Mulyono menyampaikan bahwa TNI AD telah membuktikan netralitasnya kepada publik dan untuk Pilleg dan Pilres mendatang natralitas TNI merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar.

Editor : Agung Hidayat