PSM Makassar Gagal Jadi Jawara Paruh Musim Setalah Kalah dari PSMS

43
  • 1
    Share
Psm 6

SULSELSATU.com, MEDAN – PSM Makassar gagal menyandang predikat jawara paruh musim. Bertandang ke markas PSMS Medan, Stadion Teladan, dalam pekan ke-17 Go-Jek Liga 1, Senin (23/7/2018), ‘Juku Eja’ kalah dengan skor 1-3.

Gol PSM dalam laga ini dicetak oleh M. Rahmat di menit ke-9. Sementara itu, dua dari tiga gol PSMS dilesakkan oleh Legimin Raharjo menit ke-12 dan 90 (+3) dan satu gol lainnya dicetak Reinaldo Lobo menit ke-75.

Dengan begitu, PSM harus puas menutup putaran pertama dengan bertengger di peringkat kedua dengan koleksi 28 poin. Sementara itu, ‘Ayam Kinantan’ naik satu tangga ke posisi ke-17 setelah mengemas 18 angka.

Hujan dengan intensitas sedang mengguyur Stadion Teladan sebelum sepak mula dimulai. Tak ada genangan air di atas lapangan. Bola pun bisa menggelinding dengan baik kendati tak mulus-mulus amat.

PSM Makassar Gagal Jadi Jawara Paruh Musim Setalah Kalah dari PSMS 1

Namun, masalah muncul beberapa menit jelang sepak mula dimulai: Lampu stadion tiba-tiba mati. Laga yang semula digelar pukul 19:00 WIB mesti ditunda selama 30 menit.

Untuk laga ini, PSMS melakukan beberapa perubahan. Pelatih Peter Butler menerapkan skema dasar 3-4-3. Di lini belakang, M. Roby, Reinaldo Lobo, dan Roni Fatahilah menjadi andalan eks pelatih Persipura Jayapura itu. Bergeser ke garda terdepan, Butler memasang Wilfried Yessoh, Erwin Ramdani, dan Antoni Putro.

Di kubu PSM, pelatih Robert Rene Alberts menurunkan susunan pemain terbaiknya. Pemain inti macam Wiljan Pluim, Bruce Djite, dan Marc Anthony Klok bermain sejak menit pertama dengan skema dasar 4-3-3.

Sejak menit pertama, laga sudah berjalan dengan tensi tinggi dan sengit. Jual beli serangan pun tak bisa terelakkan. Laga baru berjalan sembilan menit, PSM sudah bisa membuka keunggulan.

Penetrasi Rizky Pellu di sisi kiri pertahanan PSMS diakhiri dengan umpan silang ke tiang jauh. M. Rahmat yang tak mendapatkan kawalan berarti dapat menyambar bola dengan kepalanya.

Tak perlu waktu lama bagi PSMS untuk menyamakan kedudukan. Lewat serangan sporadis ke teritorial PSM, Legimin Rahardjo dapat melepaskan tembakan keras dari jarak yang jauh. Bola yang meluncur kencang ke pojok kiri gawang tak bisa diantisipasi oleh kiper Syaiful.

Setelah itu, PSMS dapat menguasai jalannya laga. Tekanan demi tekanan yang mereka berikan membikin pemain PSM kesulitan untuk mengembangkan permainan. Akan tetapi, lini depan PSMS kerap terburu-buru untuk mengakhiri serangan. Alhasil, peluang-peluang yang mereka dapat tak ada yang berujung gol.

Pun demikian dengan PSM. Penetrasi yang dominan dilakukan oleh pemain sayap cuma dapat merepotkan, tetapi tak membuahkan hasil. Di pengujung babak pertama, laga berjalan dengan keras. Kedua tim tak segan melakukan pelanggaran demi menghentikan pergerakkan lawan.

Meski begitu, wasit Musthofa Umarella cuma mengeluarkan satu kartu kuning. Dan, sampai babak pertama usai, angka 1-1 terpajang di papan skor semi digital–waktu digital, tetapi angka skor dari kertas.

Selepas jeda, laga berjalan lebih menarik. Kedua tim melancarkan jual beli serangan. Selain itu, pertandingan pun berlangsung keras. Tekel-tekel keras kerap dilakukan oleh kedua kesebelasan. Hal tersebut membuat wasit Musthafa mengeluarkan banyak kartu kuning.

Dengan begitu, baik PSMS maupun PSM kesulitan menciptakan peluang di dalam kotak penalti. Permainan kerap terhenti di area tengah lapangan dan membikin skema penyerangan kedua tim tak berjalan. Untuk menyiasatinya, kedua kesebesalan tak ragu melepaskan tembakan dari jarak jauh.

Seperti yang dilakukan Guy Junior pada menit ke-54, tetapi bola masih dapat ditangkap kiper Abdul Rohim. PSMS tak mau ketinggalan. Di menit ke-58, Roni coba membidik gawang PSM via bola mati. Akan tetapi, tendangan kerasnya masih bisa ditepis kiper Syaiful.

Menginjak menit ke-75, PSMS mendapatkan peluang dari titik putih setelah Abdul Rahman melanggar Antoni. Lobo yang menjadi eksekutor menunaikan tugasnya dengan sempurna.

Gol tersebut memantik PSM untuk meningkatkan intensitas serangannya. Berkali-kali skuat asuhan Alberts itu dapat melepaskan tendangan tepat ke gawang. Tapi, berkali-kali juga Abdul melakukan penyelamatan yang baik. Terus diserang, PSMS justru dapat menambah keunggulan lewan sepakan Legimin dalam situas bola mati di masa injury time.

Skor 3-1 untuk kemenangan PSMS pun bertahan sampai peluit panjang berbunyi.

Editor : Agung Hidayat

Rekomendasi Berita

Baca Juga