Dikeluarkan Sekolah, Puluhan Murid Baru Tingkat SD Minta Dewan Perjuangkan Nasibnya

23
  • 5
    Shares
Img20180723115010 768x432
Unjuk rasa orangtua murid di DPRD Kota Palopo, Senin (23/7/2018). Di Kota Palopo, ada 141 murid baru di lima Sekolah Dasar (SD) yang dikeluarkan. (Ist)

SULSELSATU.com, PALOPO – Puluhan mahasiswa dan orangtua murid yang dikeluarkan dari sejumlah Sekolah Dasar (SD), melakukan unjuk rasa di Kantor DPRD Palopo, Senin (23/7/2018).

Mereka menuntut kejelasan 141 murid baru tingkat SD yang terlantar setelah dikeluarkan di 5 sekolah, dengan alasan telah melebihi kapasitas rombongan belajar (Rombel).

Baca juga: Dewan Minta Murid SD yang Terusir di Palopo Diakomodir

Mereka mendesak pihak DPRD untuk dapat menyelesaikan masalah ini. Karena hal tersebut menyebabkan ratusan murid tidak dapat lagi mengikuti proses belajar mengajar.

Baca juga: Diusir dari Sekolah, Puluhan Murid SD di Palopo Belajar di Halaman Dinas Pendidikan

“Jika DPRD pro rakyat, maka harus menyelesaikan masalah ini. Kasihan anak-anak jika tidak mengikuti lagi proses belajar di sekolah,” kata koodinator aksi, Arifin Zainuddin Laila.

Selain puluhan mahasiswa dan orang tua murid, aksi unjuk rasa ini juga diikuti oleh puluhan murid baru tingkat SD yang dikeluarkan dari sekolah.

Penulis: Herianto
Editor: Hendra Wijaya

Dikeluarkan Sekolah, Puluhan Murid Baru Tingkat SD Minta Dewan Perjuangkan Nasibnya 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga