Dihadirkan dalam Persidangan, PPTK Tak Tahu Teknis Pegandaan ATK dan Makan Minum

66
  • 1
    Share
Img 20180724 161329
Tiga saksi yang merupakan PPTK pengadaan ATK dan makan minum Pemkot Makassar. (Sulselsatu/Hermawan Mappiwali)
Dihadirkan dalam Persidangan, PPTK Tak Tahu Teknis Pegandaan ATK dan Makan Minum 1

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan tiga orang saksi dalam sidang lanjutan kasus korupsi Pengadaan ATK dan Makan Minum yang mendudukkan eks Kepala BPKAD kota Makassar, Erwin Syafruddin Haija sebagai terdakwa.

Tiga orang saksi, yakni Kabid Aset BPKAD Iswady, Kabid Akuntansi Fuad Arfandi dan Kasubdit Pembedaharaan Hariany. Ketiga saksi tersebut dimintai keterangan oleh hakim dalam kapasitasnya sebagai pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan (PPTK).

Sayangnya, ketiga saksi tidak dapat memberikan keterangan yang memadai terkait teknis kegiatan yang mengadakan ATK dan makan minum di lingkungan Pemkot Makassar tersebut.

Selain itu, ketiga saksi juga mengaku tidak tahu dan tidak mengenal CV Wyata Praja yang sebenarnya adalah perusahaan pemenang tender.

Pasca persidangan, pihak JPU pun mengaku tidak habis pikir dengan keterangan ketiga saksi yang lebih banyak tidak tahu terkait kegiatan yang mereka bertugas sebagai pelaksana teknis.

“Mereka semua pelaksana teknis, tapi tidak tahu soal kegiatannya. Ini lucu,” ujar jaksa.

Pantauan sulselsatu.com, sidang sendiri digelar sekira pukul 17.30 Wita di Pengadilan Tipikor Makassar. Terdakwa Erwin Haija sendiri juga hadir di persidangan.

Seperti diketahui, dalam kasus ini, Erwin Syafruddin Haija selaku terdakwa tunggal disebut telah merugikan negara sebesar Rp313. 315.161.00.

Penulis: Hermawan Mappiwali
Editor: Hendra Wijaya

Iklan stie Amkop

Rekomendasi Berita

Baca Juga