Kebakaran Hutan Akibat Gelombang Panas di Yunani, 20 Orang Tewas

31
  • 1
    Share
Kebakaran Yunani
Evakuasi kebakaran hutan di dekat ibu kota Yunani, Athena (int)

SULSELSATU.com, ATHENA – Sedikitnya 20 orang dilaporkan tewas ketika dua kebakaran hutan terjadi dengan tidak terkendali di dekat ibu kota Yunani, Athena. Dilaporkan akibat gelombang panas.

Menurut juru bicara pemerintah setempat, kebakaran hutan itu merupakan yang terburuk selama lebih dari satu dekade terakhir, menghancurkan rumah-rumah dan mengganggu kelancaran sistem transportasi.

Meski belum ada rincian lebih lanjut tentang seluruh korban tewas, namun muncul sebuah kesaksian pada Senin, 23 Juli 2018, yang menyebut setidaknya empat orang tewas di sekitar jalan di komunitas Distrik Mati, sekitar 29 kilometer di timur Athena.

Dikutip dari The Guardian pada Selasa (24/7/2018), ada pula beberapa laporan orang hilang, termasuk empat turis dari Denmark. Selain itu, menurut pejabat kesehatan setempat, setidaknya 56 orang dikabarkan mengalami luka.

Otoritas Yunani mendesak penduduk sebuah wilayah pesisir di dekat Athena untuk meninggalkan rumah mereka saat kebakaran hutan kian menyebar luas pada awal pekan ini, di mana menutup salah satu jalan raya tersibuk di negara itu, mengganggu operasional jaringan kereta nasional, dan membuat langit ibu kota dipenuhi oleh asap.

Kebakaran Yunani

Di sisi lain, Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras mempersingkat kunjungan resmi di Bosnia, dan mengatakan pemerintah akan melakukan “apa pun yang mungkin secara manusiawi” untuk mengendalikan kebakaran.

Pihak berwenang mengerahkan petugas pemadam kebakaran dan perangkat penyelamatan dari seluruh Yunani untuk menangani kobaran api di Kineta, sebuah kota resor kecil sekitar 54 kilometer barat Athena, yang juga menjadi rute utama untuk perjalanan darat menuju Semenanjung Peloponnese.

Seorang pejabat Dinas Pemadam Kebakaran berbicara di televisi nasional, meminta orang-orang yang tinggal tidak jauh dari seluruh area kebakaran hutan, agar meninggalkan rumah mereka dan mengungsi sementara di kamp-kamp perlindungan yang disiapkan pemerintah.

“Ini adalah situasi ekstrem, orang-orang harus mengungsi untuk menghindari kemungkinaan sebaran api dan asap kebakaran yang kian meluas,” jelas pejabat terkait.

Editor: Febriansyah