Kasus Kekerasan Anak Terus Meningkat, Pantaskah Makassar Raih Predikat KLA?

40
  • 10
    Shares
Kekerasan Anak
Ilustrasi. (INT)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kota Makassar kembali menerima penghargaan sebagai Kota Layak Anak (KLA) Madya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak tepat di Hari Anak Nasional, Senin (23/7/2018) kemarin di Surabaya.

Penghargaan tersebut merupakan penghargaan kedua kalinya yang diterima Pemerintah Kota Makassar.

Kendati meraih predikat KLA, faktanya fenomena kekerasan masih menghantui anak-anak. Jumlahnya bahkan terus meningkat.

Kepala Bidang Pengarusutaan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar, Azhi Soeleman mengatakan, kasus kekerasan anak tiga tahun terakhir terus meningkat.

Angka kekerasan anak pada tahun 2015 tercatat 1.025 kasus. Jumlah ini meningkat di tahun 2016 menjadi 1.175 kasus dan tahun 2017 menjadi 1.406 kasus.

“Sebelum memasuki medio 2018 kasus kekerasan terhadap anak sudah 84 kasus,” kata Achi.

Meski begitu, predikat KLA ternyata tidak semata melihat jumlah kekerasan anak. Berbagai indikator seperti produk peraturan daerah yang telah dihasilkan seperti, gugus tugas, hak sipil anak, lingkungan keluarga dan hak asuh alternatif turut menjadi penilaian.

Selanjutnya, hak pendidikan formal dan informal, pengembangan karakter, pengetahuan budaya, dan perlindungan anak serta hak khusus anak, dinilai telah dipenuhi oleh Pemerintah Kota Makassar melalui program Jagai Anakta dengan menggandeng semua unsur SKPD, NGO dan LSM Pemerhati Perempuan dan Anak.

“Semua ini berkat partisipasi semua unsur SKPD, PKK, Dharma Wanita, NGO, LSM pemerhati anak dan partisipasi masyarakat dalam program Jagai Anakta utamanya dalam pemenuhan hak dan perlindungan pada anak,” kata Plt Sekda Makassar, Naisyah Tun Azikin usai menerima penghargaan KLA Tingkat Madya di Surabaya.

Penulis: Mawar A. Pasakai
Editor: Awang Darmawan

Kasus Kekerasan Anak Terus Meningkat, Pantaskah Makassar Raih Predikat KLA? 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga