Kurang Sosialisasi, Serapan Anggaran Kartu KPM Kemensos Paling Rendah di Bone

51
  • 3
    Shares
Img20180724112008
Direktur PFM Pesisir, Pulau-pulau Kecil dan Perbatasan Antar Negara Kemensos RI, Abdul Hayat Gani. (Ist)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Direktur Penanganan Fakir Miskin (PFM) Pesisir, Pulau-pulau Kecil dan Perbatasan Antar Negara Kemensos RI, Abdul Hayat Gani menyebut, masih ada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang belum paham dengan penggunaan kartunya.

Hal tersebut dikatakan Hayat usai pembukaan Rapat Koordinasi Pelaksanaan BPNT dan bantuan Rastra Wilayah III Angkatan II di Ballroom Lotus Hotel Four Point, Selasa (24/7/2018).

“Masih ada KPM yang tidak tahu ke mana membelanjakan kartunya itu. Ini perlu diedukasi oleh orang-orang yang ada di lapangan,” kata Hayat.

Menurutnya, ini merupakan salah satu penyebab rendahnya serapan anggaran di kabupaten/kota, salah satunya adalah Bone. Dia menyebut, koordinasi di sana tidak begitu lancar sehingga perlu dilakukan pembenahan.

Dia menjelaskan, dalam pelaksanaan Bansos, ada beberapa pendamping yaitu Korteks (Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial). Selain itu, Kadinsos sebagai sekertaris tikor, sekda sebagai ketua tikor, dan bupati sebagai penanggung jawab.

“Kita ini tidak punya warga, yang punya masyarakat itu kabupaten/kota. Jadi marilah kita lakukan sadaritas untuk membantu keluarga, teman, dan sahabat kita, yang masih ada di posisi tidak beruntung ini, yang di bawah garis kemiskinan,” harapnya.

Dia menambahkan bahwa sosialisasi harus dilakukan secara terus-menerus. Karenanya, ia berharap sosialisasi tidak hanya di lingkup kementerian, melainkan juga di kabupaten/kota.

“Kita berharap sosialisasi itu ada di kabupaten/kota. Dinsos provinsi, Dinsos kabupaten, dan koordinator tenaga pencitraan sosial lapangan yang sudah diangkat di semua kabupaten,” harapnya.

Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Hendra Wijaya

Kurang Sosialisasi, Serapan Anggaran Kartu KPM Kemensos Paling Rendah di Bone 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga