Jumat Ini, Novel Baswedan Kembali Bekerja di KPK

25
  • 1
    Share
Novel Baswedan (INT)
Jumat Ini, Novel Baswedan Kembali Bekerja di KPK 1

SULSELSATU.com, JAKARTA – Sejak peristiwa penyiraman air keras pada dirinya 11 April 2017, Novel Baswedan secara resmi dikabarkan segera kembali bekerja di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (27/7/2018).

Kabar tersebut disampaikan Ketua Wadah KPK Yudi Purnomo Harahap lewat keterangan resminya secara tertulis, Selasa (24/7/2018).

“Di tengah keberhasilan KPK melaksanakan tiga kali operasi tangkap tangan dalam waktu kurang dari 10 hari, ada berita bahagia unutk pegawai KPK yaitu Novel akan kembali bekerja pada hari Jumat tanggal 27 Juli 2018,” kata Yudi Purnomo yang dikutip dari CNN Indonesia.

Meski belum bisa bekerja optimal akibat kerusakan mata, Yudi mengatakan Novel tetap bakal bertugas sebagai Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Penyidikan.

Namun, kata Yudi, semangat Novel dalam melakukan pemberantasan korupsi diharapkan dapat menjadi semangat bagi pegawai KPK lainnya.

“Kembalinya Novel bekerja merupakan energi tambahan bagi pegawai KPK yang rindu sepak terjang novel selaku kasatgas penyidikan,” ujarnya.

Mata kiri Novel sendiri mengalami kerusakan parah. Sementara, mata kanannya masih bisa digunakan untuk melihat meskipun tak sempurna.

Para pegawai KPK, lanjutnya, bakal menyambut kedatangan Novel dengan tetap memperhatikan keselamatannya setelah bekerja kembali.

“Pegawai KPK akan menyambut kedatangan Novel pada hari pertamanya bekerja di lobi Gedung KPK,” kata dia.

Pembentukan TGPF

Di sisi lain, Yudi menyatakan pihaknya bakal terus mendesak Presiden Joko Widodo membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengungkap pelaku penyiraman air keras ke Novel.

“Wadah Pegawai KPK tidak pernah putus harapan kepada Presiden RI untuk mau membentuk TGPF pelaku penyiraman Novel,” ujarnya.

Menurut Yudi, belum terungkapnya pelaku penyiraman air keras ke Novel itu mengindikasikan pelaku sangat profesional lantaran dapat menutupi jejaknya sampai hari ini. Sehingga, kata Yudi tak berlebihan bila pihaknya mendorong agar Jokowi membentuk TGPF kasus air keras Novel.

“Sudah 16 bulan peristiwa tersebut tidak terungkap mengindikasikan bahwa pelaku sangatlah canggih karena mampu menutupi jejaknya,” tuturnya.

Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal seusai salat subuh di dekat kediamannya, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, 11 April 2017. Hingga saat ini, kepolisian belum mampu mengungkap kasus itu.

Editor: Febriansyah

Iklan stie Amkop

Rekomendasi Berita

Baca Juga