Lagi, Zumi Zola Diperiksa KPK Sebagai Tersangka Korupsi

17
  • 1
    Share
Zumi Zola (int)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola (ZZ) hari ini kembali diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus tindak pidana korupsi yang membelitnya.

“ZZ diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, dikutip dari Medcom, Rabu, (25/7/2018).

Selain memeriksa Zumi Zola, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap salah satu pihak wiraswasta, Asrul Pandapotan Sihotang. Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk Zumi Zola dalam kasus dugaan suap pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Jambi tahun anggaran 2017 dan 2018.

KPK menetapkan Zumi Zola sebagai tersangka dalam dua perkara. Pertama, Zumi Zola bersama dengan Plt Kadis PUPR Jambi Arfan sebagai tersangka suap dan gratifikasi atas proyek-proyek di Pemprov Jambi senilai Rp6 miliar. Zumi Zola dan Arfan diduga kuat ‘memalak’ sejumlah pengusaha dengan dalil izin sejumlah proyek di Pemprov Jambi.

Uang gratifikasi yang diterima dari sejumlah proyek itu pun disiapkan Zumi Zola sebagai ‘uang ketok’ agar DPRD Jambi memuluskan APBD Jambi tahun anggaran 2018.

Teranyar, Zumi Zola kembali ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Jambi tahun anggaran 2017 dan 2018. Zumi Zola diduga telah menerima gratifikasi sebesar Rp49 miliar.

Penetapan status tersangka Zumi Zola ini merupakan pengembangan dari kasus suap kepada anggota DPRD Jambi terkait pengesahan RAPBD Jambi tahun anggaran 2018. Dalam kasus ini, Lembaga Antirasuah lebih dulu menetapkan anak buah Zumi Zola yakni mantan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Jambi Arfan.

Selain Arfan, KPK juga menetapkan Anggota DPRD Jambi dari Fraksi PAN Supriyono, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Erwan Malik, dan Asisten Daerah III Provinsi Jambi Saipudin.

Keempatnya telah divonis bersalah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jambi. Arfan, Erwan, dan Saipudin mengajukan banding atas vonis tersebut, sementara Supriyono telah menerima vonis yang dijatuhkan majelis hakim.

Editor: Febriansyah