Survei LIPI: Kinerja Pemerintahan Jokowi di Bidang Ekonomi Buruk

94
  • 13
    Shares
Survei Lipi

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) merilis hasil surveinya soal kinerja pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla di Hotel Aryaduta, Makassar, Selasa (24/7/2018).

Hasilnya, masyarakat Indonesia menginginkan agar persoalan paling penting dan mendesak yang harus segera diselesaikan oleh pemerintahan Jokowi-JK adalah soal kesejahteraan dan ekonomi.

“Ketika ditanyakan tentang persoalan apa yang paling penting dan mendesak yang harus diselesaikan oleh bangsa Indonesia, 34,8 persen responden menyebutkan kesejahteraan dan ekonomi secara umum,” ujar Koordinator Tim Survei Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI, Wawan Ichwanuddin.

Pada bidang ekonomi, penilaian terhadap kinerja pemerintah dalam menyediakan lapangan kerja dan menjaga harga kebutuhan pokok dinilai cukup rendah. 

“Hampir setengah responden, masing-masing 47,5 persen dan 46,6 persen menganggap kinerja pemerintah dalam dua aspek ini buruk/sangat buruk. Bahkan, proporsi responden yang memberikan nilai negatif terhadap penyediaan lapangan kerja sedikit lebih tinggi dibandingkan yang memberikan penilaian positif,” ujarnya.

Lebih lanjut Wawan menjelaskan, hanya ada tiga aspek di bidang ekonomi yang memperoleh penilaian baik tertinggi dari responden adalah pembangunan di pedesaan (79,9 persen), pembangunan infrastruktur (77,3 persen) dan pembangunan di daerah perbatasan (66,2 persen). 

“Sementara aspek di bidang penyediaan lapangan pekerjaan, responden memberi penilaian yang buruk/sangat buruk dengan persentase 47,5 persen, sementara responden yang memberi penilaian baik hanya sebesar 44,6 persen,” ungkap Wawan.

Sementara, dalam konteks keadaan ekonomi keluarga, jika dilihat dari pernyataan responden yang keluarganya mengaku sering/sangat sering mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, baik kebutuhan pangan maupun non pangan (seperti listrik, biaya transportasi, sewa rumah, dsb), angkanya mencapai 28,7 persen dan 29,3 persen.

Sedangkan, yang sering/sangat sering mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak (hingga tingkat SMA/sederajat) dan kesehatan (berobat) masing-masing 26,1 persen dan 24,9 persen.

Penulis: Asrul
Editor: Awang Darmawan

Survei LIPI: Kinerja Pemerintahan Jokowi di Bidang Ekonomi Buruk 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga