5 Hal yang Bikin Pernikahan Rentan Perceraian

  • 1
    Share
Perceraian

SULSELSATU.com – Pernikahan biasanya dilakukan untuk memastikan pasangan bersama selamanya. Namun sayangnya, fakta menunjukkan hal yang berbeda. Hampir 50 persen pernikahan berakhir dengan perceraian.

Setiap orang dan setiap pasangan tentu berbeda. Mereka memiliki pengalamannya masing-masing, yang lantas mempengaruhi kehidupan pernikahan. Namun para ahli berhasil mengerucutkan alasan pasangan bercerai menjadi 5 alasan.

Ketahui apa saja agar Anda bisa menghindari perceraian, melansir She Knows, Kamis (26/7/2018):

1. Memendam kebencian

Kita semua pernah membuat kesalahan dalam hubungan dan kita. Kebanyakan dari kesalahan tadi bisa dimaafkan, selama orang yang melakukannya mau bertanggungjawab dan memperbaiki diri.

Sayangnya, hal itu tidak menjamin pasangan yang tersakiti bisa melupakannya. Rasa marah yang tersisa–dan terpendam–bisa menghancurkan pernikahan.

“Jika Anda merasakan kebencian terhadap sesuatu, hal itu adalah suatu tanda peringatan,” ujar Dr. Tina Tessina, seorang psikoterapis yang telah praktik selama 30 tahun dan menulis 13 bukan tentang hubungan.

“Kebencian itu seperti karat yang bisa melahap fondasi hubungan. Anda perlu berbicara mengenai hal ini, menyelesaikannya. Argumen yang tak berkesudahan dan terus berulang juga adalah tanda masalah.”

2. Lupa bekerja sebagai tim

Ketika Anda menikah, ibaratnya hal itu seperti menerbangkan pesawat Anda dengan co-pilot terbaik. Namun di masa-masa sulit, beberapa dari kita merasa seolah terdampar di pulau terpencil. Dan alih-alih bekerjasama dengan pasangan, Anda malah menganggap pasangan sebagai musuh bukannya sebagai rekan satu tim.

“Elemen paling dominan yang menyebabkan perceraian adalah pasangan tidak bekerjasama sebagai tim, sebagai rekanan,” ujar Tessina. “Hanya mencintai satu sama lain saja tidak akan secara otomatis membuat pernikahan berhasil. Hidup bersama itu kompleks, dengan pekerjaan, rumah, keuangan, dan tanggung jawab keluarga. Jika Anda berdua tidak bisa menemukan cara untuk bekerja sama dengan baik, pernikahan jadi goyah.”

3. Bertengkar tentang uang tapi tanpa solusi

Beberapa pasangan akan memiliki hubungan yang nyaris sempurna, jika saja mereka bisa berbicara tentang uang–topik pembicaraan yang membuat banyak orang tegang.

“Berbicara tentang uang, gunakan kemampuan bisnis Anda,” ujar Tessina. “Itu hanyalah matematika–pinggirkan emosi, dan berbicaralah selayaknya sedang dalam business meeting.”

4. Tidak puas dengan hidup masing-masing

Tidak ada seorang pun yang bisa memberi Anda hidup yang penuh, kecuali Anda bisa menemukan kebahagiaan Anda sendiri–tanpa bantuan orang lain.

“Jangan mengharapkan pasangan untuk membuat Anda bahagia–itu tugas Anda,” kata Tessina. “Anda berdua bisa saling bantu, tapi Anda tak bisa melakukannya untuk pasangan dan sebaliknya. Jadi cari tahu apa yang Anda butuhkan, lalu bicarakan pada pasangan bagaimana cara meraihnya.”

5. Menjauh saat keadaan sedang buruk

Ingatkah ketika Anda pertama berkencan, dan menganggap pasangan belahan jiwa? Anda tak segan untuk memarahi orang yang mengkritik pasangan. Namun kini, bukannya melindungi pasangan, beberapa dari Anda malah menjauhi pasangan saat keadaan sedang sulit.

“Aku melihat suatu siklus pada pasangan yang akhirnya bercerai. Mereka terjebak dalam cara berhubungan satu sama lain yang umum, dan diterima di masyarakat,” ujar pakar hubungan dan seks, Wendy Newman, penulis 121 First Dates.

“Ketika kondisi tak berjalan mulus, atau seseorang melakukan kesalahan, selalu ada yang disalahkan, dipermalukan, atau terjebak dalam masalah.”

Newman mengatakan, ketika Anda malah jadi berhadapan dan bukannya saling bersandar, ada yang patah dalam komunikasi dan kepercayaan Anda dengan pasangan. Dari situ, segalanya akan jadi hancur.

Editor: Agung Hidayat