Gubernur Berganti, Bagaimana Nasib Megaproyek Warisan SYL?

82

SULSELSATU.COM, MAKASSAR – Pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tengah memasuki masa transisi pasca terpilihnya pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman sebagai gubernur dan wakil gubernur Sulsel.

Saat ini tim transisi juga tengah melakukan berbagai tugas untuk mensinkronkan apa saja program kerja yang ditawarkan pasangan yang mengusung tagline Prof Andalan itu dengan program kerja yang sudah ada.

Sejumlah megaproyek peninggalan gubernur dan wakil gubernur sebelumnya, Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu’mang, mulai dipertanyakan nasibnya.

Misalnya, untuk pembangunan kawasan reklamasi CPI yang terdapat calon masjid ikonik yakni Masjid 99 Kubah saat ini masih terus berjalan. Namun, berbagai aksi protes dan penolakan juga terus berdatangan.

Selanjutnya proyek Kereta Api (KA) trans Sulawesi yang sempat mengalami revisi pada penetapan lokasi lahan setelah berlarut-larutnya masalah pembebasan lahan.

Kemudian anggaran untuk pengerjaan atap Stadion Barombong sebesar Rp 9 miliar tertunda dikarenakan Kemenpora melakukan realisasi anggaran yang dialihkan demi mensukseskan perhelatan Asian Games 2018.

Terkait hal ini, anggota tim transisi, Jayadi Nas, mengaku belum mau berkomentar banyak. Menurutnya, saat ini pihaknya hanya membahas mengenai pencapaian dan masalah dari tiap megaproyek tersebut kemudian disesuaikan dengan visi misi Prof Andalan.

“Itulah yang mau kita panggil setiap OPD yang terkait dengan semua itu. Kita panggil untuk melihat statusnya. Apakah ready jalan atau masih berapa persen tingkat pencapaiannya,” pungkasnya.

Sebelumnya Pj Gubernur Sulsel, Sumarsono, optimis jika pemerintahan baru ini akan melanjutkan berbagai program, khususnya jika program atau proyek tersebut telah menelan banyak dana.

Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Awang Darmawan

Gubernur Berganti, Bagaimana Nasib Megaproyek Warisan SYL? 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga