Ini Pernyataan Pangdam Baru Soal Sengketa Lahan Bara-Baraya

122
Whatsapp Image 2018 07 26 At 00.07.50
Surahwadi dan Agus Surya Bakti memberikan pernyataan soal sengkata lahan Bara-Baraya. Mayjen TNI Surahwadi merupakan Pangdam XIV yang baru menggantikan Mayjen TNI Agus Surya Bakti. (Sulselsatu/Hermawan Mappiwali).

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pangdam XIV Hasanuddin yang baru, Mayjen TNI Surawahadi turut mengomentari kasus hukum sengketa tanah di Kelurahan Bara-Baraya.

Surawahadi mengatakan, bahwa pihaknya tengah mengkoordinasikan untuk mencari tahu sejauh mana masalah itu dan berharap bisa segera bisa diatasi.

Terkait potensi gesekan dengan warga, Surawahadi memastikan hal tersebut tidak akan sampai terjadi.

“Kita cegah tentunya karena rakyat kita juga, saudara kuta juga, jangan sampai,” kata Surawahadi.

Sementara itu, eks Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Agus Surya Bakti mengatakan bahwa proses hukum sengketa Bara-Baraya sudah berproses ke ranah hukum. Agus meminta, semua pihak agar menyerahkan kepada hukum.

“Silakan mereka yang ingin menggugat ada jalur hukum, kita patuhi hukum. Tetapi penertiban rumah dinas itu adalah menjadi komitmen pimpinan TNI, yang artinya mereka yang tidak berhak karena ada aturannya juga. Jadi kita juga melakukan penertiban tentunya ada dasarnya. Jadi nanti saya minta semuanya memahami dan kita ikuti proses yang ada di ranah hukum,” pungkas Agus.

Seperti diberitakan sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri Makassar Selasa (24/7/ 2018) kemarin menolak gugatan pemohon ahli waris, Nurdin Dg Nombong dan H Andi Umar yang sebelumnya mengklaim tanah milik warga Bara-Baraya.

Diketahui, lahan Bara-baraya tersebut mencakup wilayah asrama TNI AD Bara-Baraya hingga ke wilayah luar asrama.

Penulis Hermawan Mappiwali
Editor: Hendra Wijaya

Rekomendasi Berita

Baca Juga