KPK Geledah Kontrakan Mewah Inneke Koesherawati di Bandung

32
  • 1
    Share
Inneke Koesherawati
Inneke Koesherawati (IST)

SULSELSATU.com, BANDUNG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Inneke Koesherawati. Sebelumnya, KPK menggeledah dua sel di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung, Jawa Barat.

Kepala Keamanan Perumahan Permata Arcamanik, Dani, 49, mengatakan KPK menyambangi rumah kontrakan Inneke Koesherawati sekitar pukul 11.00 WIB, dikutip dari Medcom, Rabu (25/7/2018).

“Tadi ada empat orang yang datang. Tadi masuk ke kamar utama periksa lemari, tapi enggak ada yang diambil,” kata Dani di depan rumah kontrakan Inneke Koesherawati, Rabu malam.

Dani menyebut Inneke mengontrak rumah tersebut selama satu tahun dengan harga Rp120 juta per bulan. Inneke datang ke rumah kontrakannya dua minggu lalu.

Dari pantauan lapangan, rumah yang dikontrak oleh Inneke cukup mewah dan besar. Rumah berlantai dua itu dijaga oleh satu orang lelaki, perempuan, dan seorang anak kecil.

Penjaga rumah tersebut enggan menjawab pertanyaan wartawan. Jarak rumah kontrakan Inneke dari Lapas Sukamiskin sekitar 1,3 kilometer.

Nama Inneke Koesherawati kembali mencuat setelah dikaitkan dalam peristiwa OTT KPK di lapas Sukamiskin Bandung. KPK menduga Fahmi Darmawansyah mengarahkan istrinya Inneke Koesherawati untuk menyuap Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen untuk perizinan dan sel mewah di Lapas Sukamiskin. Penyidik KPK pun telah memeriksa Inneke.

Pada kasus ini, KPK menetapkan Kalapas Sukamiskin Wahid Husen sebagai tersangka kasus dugaan suap. Selain Wahid, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya, yakni orang kepercayaan Wahid bernama Hendry Saputra, Fahmi Darmawansyah selaku napi korupsi, dan Andri yang merupakan napi umum sekaligus orang napi pendamping untuk Fahmi.

Wahid diduga menerima suap berupa uang Rp 279.920.000 dan USD 1.400 serta dua mobil jenis Mitsubishi Fortuner dan Mitsubishi Triton Exceed yang kini sudah diamankan pihak KPK. Suap diberikan Fahmi terkait fasilitas sel atau kamar yang dinikmati Fahmi dan kemudahan bagi Fahmi untuk keluar masuk tahanan.

Editor: Febriansyah