Dua Pengurusnya Hengkang Jelang Pileg, Ini Kata Ketua Gerindra Maros

152
  • 1
    Share
Ketua Gerindra Maros
Ketua Gerindra Maros Muhammad Ilyas Cika. (Sulselsatu/Indra S Pratama)

SULSELSATU.com, MAROS – Dua orang anggota DPRD Maros dari Partai Gerindra kompak mengundurkan diri jelang Pileg 2019. Mereka memilih mundur dari partai besutan Prabowo Subiato lantaran merasa tak lagi nyaman.

Keduanya adalah Hermanto pindah ke Perindo dan Hardiman pindah ke Partai Demokrat.

Hermanto mengaku keluar dari Gerindra karena merasa sudah tidak nyaman lagi dan tidak cocok dengan beberapa pengurus DPC Gerindra Maros yang terkesan menginginkan dirinya untuk mundur dari partai itu. Padahal, ia masih tetap ingin nyaleg melalui Gerindra.

“Memang faktor ketidaknyamanan saja. Sebelum saya pindah partai, Ketua DPC sudah sms saya untuk mundur dari partai dan DPRD karena katanya saya mau pindah partai. Padahal kan belum waktu itu. Jauh hari juga saya dengan teman saya yang juga mundur, dikeluarkan dari grup Whatsapp Gerindra,” katanya, saat dihubungi Kamis (26/7/2018).

Eks legislator Partai Gerindra lainnya, Hardiman juga mengaku keluar dari Gerindra karena merasa tidak cocok lagi dengan pengurus DPC, meski masih ingin bersama Gerindra di Pemilu 2019. Sayangnya, ia enggan membahas persoalan rumor uang mahar yang konon katanya disyaratkan oleh partainya itu.

“Kalau alasan saya sama alasannya dengan Hermato, karena persoalan tidak nyaman. Nah kalau itu soal ‘mahar’ saya tidak mau bahas itu,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Gerindra Maros, Muhammad Ilyas Cika pun membatah rumor adanya uang mahar bagi semua Bacaleg Gerindra, baik yang petahana maupun Bacaleg baru. Menurutnya, issu itu hanya hoax yang sengaja dilemparkan menjelang Pemilu untuk menjatuhkan partanya itu.
Bahkan ia berani mengganti tiga kali lipat, jika memang ada Bacaleg yang menyetor uang yang dimaksud.

“Murni Hoax. Biasalah, ini kan musim-musim politik. Coba diteliti sendiri di daftar caleg Gerindra siapa yang sudah membayar Rp 25 juta. Kalau ada yang ditemukan, saya kembalikan uangnya 3 kali lipat sama dengan Rp 100 juta itu,” katanya.

Persoalan mereka mundur, kata Ilyas Cika, mungkin karena partai lain lebih menjanjikan. Lagi pula, menurutnya, mereka yang mundur itu bukan lagi anak-anak yang dengan mudah dipaksa untuk mundur dari partai maupun dari posisinya selaku anggota dewan.

“Saya rasa mereka bukan lagi anak kecil yang gampang disuruh mundur. Itu kemauan mereka sendiri. Silahkan dicek saja di KPU, terkait redaksi surat pengunduran mereka,” tutupnya.

Penulis: Indra Sadli Pratama
Editor: Awang Darmawan

Dua Pengurusnya Hengkang Jelang Pileg, Ini Kata Ketua Gerindra Maros 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga