BKKBN: Gowa Dongkrak Nama Sulsel di Tingkat Nasional

32
Bkkbn

SULSELSATU.com, GOWA – Kepala Perwakilan BKKBN Pusat, Jalal bin Abdullah menyebut Kabupaten Gowa merupakan daerah yang banyak berkontribusi dalam mengangkat nama Sulawesi Selatan di tingkat nasional.

Hal itu diungkapkannya ketika menghadiri Peringatan Keluarga Nasional (Harganas) ke 25 tahun sekaligus Launching Arisan Program KKBPK dan Lomba Penyuluhan Program KKBPK Bagi Akseptor, di Aula Kantor Desa Mata Allo, Kecamatan Bontomarannu, Kamis (26/7/2018).

“Saya ini sangat bangga dengan Gowa, Sulsel terangkat namanya salah satunya karena Kabupaten Gowa khususnya ketika membangun Rumah Dataku di Bili-Bili beberapa bulan lalu, yang bahkan disaksikan beberapa Kepala BKKBN daerah lain dan pusat sehingga membuat itu jadi perbincangan di skala nasional,” katanya di hadapan peserta.

Tak hanya itu, kampung KB di Gowa pun, kata Jalal, jadi percontohan daerah lain. Menurutnya saat ini Gowa telah berada di atas 5 besar.

“Kedua itu kampung KB yang jadi kebanggaan. Jika dulu dia di peringkat sepuluh ke bawah, saat ini saya rasa Gowa sudah di atas 5 besar. Kami sangat bangga,” jelasnya.

Olehnya ia berharap, ke depan Gowa bisa mempertahankan capaian tersebut dan lebih bersinergi lagi dengan OPD KB untuk mensejahterakan masyarakat.

“Kami berharap ini bisa dipertahankan kalau bisa ditingkatkan lagi demi mensejahterakan masyarakat kita sendiri,” kata Jalal.

Di tempat yang sama, Sekretaris Kabupaten Gowa, Muchlis turut menyampaikan terimakasihnya dan memuji BKKBN Sulsel. Ia mengatakan konsen BKKBN Sulsel untuk mensukseskan program KB dan peningkatan kualitas keluarga khususnya di Kabupaten Gowa.

“Terimakasih juga kepada BKKBN Sulsel karena membuat kita jadi perbincangan nasional, tapi sebenarnya ini berkat BKKBN Sulsel juga yang konsen mensukseskan program KB di Gowa,” ujarnya.

Lebih jauh, Muchlis mengajak masyarakat Gowa agar dalam membangun keluarga harus direncanakan dengan baik. Apalagi, kata dia, di era yang modern ini jangan melupakan kearifan lokal maupun budaya dari petuah orang dulu.

“Dalam membangun keluarga jangan melupakan kearifan nokal, adat dan petuah orang dulu. Tetapi satukan pengetahuan itu dengan menggabungkan antara pengetahuan modern dan kearifan lokal,” imbaunya.

Kendati demikian, Muchlis mengaku dalam suatu program, bisa dikatakan berhasil jika proses itu ditunjukkan dengan kualitas kekuarga.

“Yang terpenting dari proses itu ada hasil yang ditunjukkan, karena dalam keluarga yang baik akan ada generasi yang baik, sehingga mari kita membangun keluarga yang baik dan mumpuni, serta yang terpenting dalam suatu keluarga itu harus direncanakan,” katanya.

Karena itu, iapun berharap dengan adanya peringatan Harganas ini masyarakat bisa lebih berfikir dan merencanakan baik-baik dalam membangun keluarga.

“Semoga ada hikmah di balik Harganas ini, sehingga akan tumbuh generasi yang hebat. Mari kita bangun sinergitas kita dan berkomitmen untuk meningkatkan apa yang telah kita lakukan, mewujudkan keluarga kecil yang berkualitas dan sejahtera,” harapnya.

Penulis: Reni Kamaruddin
Editor: Awang Darmawan

BKKBN: Gowa Dongkrak Nama Sulsel di Tingkat Nasional 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga