Arab Saudi Dilanda Cuaca Panas, Ini 4 Tips Bagi Jamaah Haji Cegah Masalah Pernapasan

27
  • 1
    Share
Jemaah Calon Haji, Embarkasi Makassar, Haji 2017
Ilustrasi Jemaah Haji. (INT)

SULSELSATU.com – Musim haji tahun ini bertepatan dengan musim atau suhu panas yang cukup ekstrem di Arab Saudi, sehingga jemaah haji harus waspada dengan kesehatan tubuhnya, termasuk kesehatan pernapasannya.

Suhu panas di Arab Saudi yang diprediksi dapat mencapai 53 derajat Celsius, berisiko menularkan penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus dan bakteri dapat mudah menyerang apabila kondisi kesehatan jemaah kurang baik.

Data dari Kementerian Agama Indonesia menyebutkan kasus penyakit yang sering dialami jemaah adalah sakit saluran pernapasan, mulai dari radang tenggorokan hingga gejala batuk. Ini dikarenakan udara panas, kering, berdebu, serta dehidrasi sehingga rentan berbagai gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Setiap tahun banyak jemaah yang mengalami gangguan flu akut, kekambuhan asma hingga radang paru akibat daya tahan yang turun. Oleh karena itu disarankan menggunakan masker, terutama bila berada di luar ruangan,” ungkap Dr. dr. Mukhtar Ikhsan, Sp.P(K), MARS, FIRS, Ketua Kelompok Kerja Kesehatan Haji, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dalam rilis Nexcare, Jumat (27/7/2018).

Selain itu ia juga menganjurkan bahwa selama ibadah haji ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari gangguan pernapasan termasuk ISPA. Berikut beberapa kiat menjaga kesehatan pernapasan para jemaah haji:

1. Konsultasi ke dokter
Hal pertama yang perlu dilakukan para calon jemaah haji dalam mempersiapkan kesehatan adalah lakukan vaksinasi serta membawa obat-obatan pribadi.

2. Tetap menjaga cairan tubuh
Cuaca yang panas dan kering seringkali menyebabkan gangguan pernapasan. Oleh karenanya selama menunaikan ibadah haji, jangan lupa untuk minum air putih yang cukup dan konsumsi buah sebagai sumber energi dan mineral tambahan.

3. Kebersihan dan sirkulasi udara kamar
Usahakan membersihkan kamar serta membuka jendela kamar/ pondok di pagi hari untuk membuat sirkulasi udara menjadi baik.

4. Hindari paparan polusi
Sebisa mungkin hindari menghirup polusi seperti debu pasir, bulu unta, dan asap kendaraan bermotor serta asap rokok untuk meminimalkan paparan polusi tersebut.

Dengan kondisi suhu udara panas, paparan debu dan upaya pencegahan penyakit menular maka jemaah haji perlu menyiasati dengan tindakan yang tepat, contohnya adalah tingginya tingkat penyebaran virus MERS-coV (Middle East Respiratory Syndrome coronavirus) yang kerap terjadi di daerah Arab Saudi khususnya yang berasal dari binatang unta.

Nah, langkah pencegahan bisa dilakukan dengan penggunaan masker penutup wajah dan hidung. Penggunaan masker sangatlah penting untuk membantu menghindari penularan penyakit pernapasan yang relatif cepat melalui udara.

Pihak pemerintah saat ini memberikan anjuran untuk menggunakan masker setiap saat selama ibadah haji, melalui Gerakan Memakai Masker (GEMMAS).

“Untuk mengurangi risiko penyakit pernapasan, virus dan debu di cuaca ekstrem, penggunaan masker dianjurkan sebagai upaya yang tepat. Kami menyarankan pemakaian Respirator KN95 untuk melindungi jemaah selama melaksanakan ibadah haji bersama dengan jemaah lainnya,” saran Yunadi Aulia Desmawan, Business Manager Consumer Health Care Division, PT 3M Indonesia.

Masker dengan Respirator KN95 memiliki filter efisiensi 95% dan dilengkapi dengan filter elektrostatis. Penggunaan Respirator KN95 dengan benar, dapat membantu mengurangi terpaparnya saluran pernapasan dari debu, bakteri, dan partikel air di udara (liquid aerosol).

Selain itu juga memiliki lapisan dalam yang nyaman bersentuhan dengan kulit serta dapat disesuaikan pada hidung dan wajah untuk perlindungan yang lebih baik.

Itulah berbagai upaya yang dapat dilakukan menghadapi suhu panas di Arab Saudi selama ibadah haji 2018 agr terhindar dari gangguan atau masalah pernapasan.

Editor : Agung Hidayat