Ini Kronologi Penangkapan Bupati Lampung oleh KPK

56
  • 1
    Share
Zainudin Hasan 1

SULSELSATU.com, JAKARTA – KPK telah menetapkan Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan sebagai tersangka dugaan suap terkait sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Lampung Selatan. Tak hanya menjerat Zainudin, KPK juga menetapkan pemilik CV 9 Naga Gilang Ramadhan, Ketua Fraksi PAN DPRD Lampung Selatan Agus Bhakti Nugroho, dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan, Anjar Asmara.

Penetapan keempat tersangka itu dilakukan setelah rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Zainudin pada Kamis (26/7) malam. Dalam rangkaian OTT itu, KPK menyita uang sebesar Rp 600 juta.

Usai gelar perkara, KPK menduga Zainudin menerima suap dari Gilang dalam empat proyek infrastruktur di Dinas PUPR Lampung Selatan tahun anggaran 2018. Zainudin diduga menerima suap melalui perantara yakni Anjar Asmara dan Agus Bhakti.

Berikut kronologi OTT terhadap Zainudin seperti dibacakan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan:

Kamis (26/7) pukul 20.00 WIB
KPK mengamankan Agus Bhakti Nugroho, Gilang, Anjar, dua sopir Gilang bernama Fajar dan Evan, sopir Anjar bernama Syahril, dan marketing hotel bernama Lady Tilova Tanamal di sebuah hotel di Bandar Lampung, Lampung.

Dari tangan Agus, KPK mengamankan uang Rp 200 juta di dalam tas kain merah dalam pecahan Rp 100 ribu. Uang itu diduga suap terkait fee proyek.

Setelah dimintai keterangan singkat di hotel, enam orang tersebut kecuali Anjar langsung dibawa ke Polda Lampung untuk dimintai keterangan. Saat pemeriksaan awal di hotel, Anjar mengaku ada uang terkait fee proyek dari rekanan lain sebesar Rp 400 juta di rumahnya. Kemudian KPK membawa Anjar ke rumahnya di daerah Lampung Selatan.

Di rumah Anjar, KPK mengamankan uang Rp 400 jtua dari sebuah lemari dalam pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. Setelah itu, KPK membawa Anjar ke Polda Lampung untuk dilakukan pemeriksaan.

Kamis (26/7) pukul 23.00 WIB

KPK mengamankan Zainudin di rumah pribadinya di Lampung Selatan. Bersama dengan Zainudin, KPK juga mengamankan protokoler Zainudin bernama Dhani Irawan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan bernama Thomas Amirico, dan ajudan Zainudin bernama Sudarman.

Pada waktu yang sama, KPK juga mengamankan staf Gilang bernama Syahril di rumahnya. Selain itu, KPK juga mengamankan seorang sopir bernama Eka Aprianto di Lampung Selatan.

Usai melakukan rangkaian OTT di Lampung Selatan, KPK membawa total 13 orang tersebut untuk diperiksa di Polda Lampung.

Jumat (27/7) pukul 13.00 WIB

Setelah melakukan pemeriksaan awal terhadap 13 orang tersebut, KPK memutuskan membawa sebanyak 5 orang ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di KPK. Lima orang tersebut di antaranya Zainudin, Gilang, Anjar, dan Agus.

Dalam kasus tersebut KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka yakni Zainudin, Gilang, Agus Bhakti, dan Anjar Asmara selaku Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan.

Zainudin bersama Agus dan Anjar diduga menerima suap Rp 600 juta dari Gilang, Sebagian di antara uang itu diduga berasal dari pencairan uang muka empat proyek di Kabupaten Lampung Selatan.

Sebagai pemberi, Gilang disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Adapun sebagai pihak penerima, Zainudin bersama dengan Anjar dan Agus disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-l KUHP.

Editor : Agung Hidayat