Pemilu Pakistan, Imran Khan Dinyatakan Menang

21
  • 2
    Shares
Imran Khan
Imran Khan (int)

SULSELSATU.com – Imran Khan dinyatakan menang dalam pemilihan umum pada Kamis (26/7/2018), yang memecah belah dan dirusak penundaan panjang dalam penghitungan suara serta tuduhan kecurangan oleh sebagian besar lawannya.

“Tuhan memberi saya kesempatan berkuasa untuk melaksanakan ideologi, yang saya mulai 22 tahun lalu,” kata Khan, 65, dalam pidato televisi dari rumahnya di dekat ibukota, Islamabad.

Tapi, pendukung mantan Perdana Menteri Nawaz Sharif, yang dipenjara, mengatakan penghitungan suara dicurangi dan menyebutnya serangan terhadap demokrasi di negara dengan sejarah pemerintahan militer.

Khan menyerukan hubungan saling menguntungkan dengan sekutu putus-sambung Pakistan, Amerika Serikat, dan menawarkan daun zaitun kepada musuh bebuyutannya, India, dengan mengatakan kedua negara harus menyelesaikan perselisihan lama soal Kashmir.

Itu kebangkitan menakjubkan bagi pejuang penumpas korupsi, yang menghabiskan sebagian besar karir politiknya di politik pinggiran Pakistan. Pasar saham melonjak hampir dua persen pada awal perdagangan, yang merasa lega bahwa Khan diperkirakan dapat membentuk koalisi mantap.

Dengan sekitar setengah dari jumlah suara terhitung dari pemilihan umum pada Rabu itu, Gerakan Keadilan Pakistan (PTI) Khan memimpin di negara bersenjata nuklir dan berpenduduk sebagian besar Muslim tersebut, kata komisi pemilihan negara itu.

Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N) Sharif dan pesaing Partai Rakyat Pakistan (PPP) mengatakan pemantau mereka di banyak tempat pemungutan suara diusir keluar selama penghitungan atau tidak menerima pemberitahuan resmi hasil dari kecamatan, tapi mendapat penghitungan tulisan tangan, yang tidak bisa mereka uji.

“Itu kecurangan. Amanat rakyat secara terang-terangan dihina, itu tidak bisa diterima,” kata Shehbaz, ketua PML-N dan saudara Nawaz Sharif, pada jumpa pers saat penghitungan berlanjut.

Khan menawarkan penyelidikan atas semua tuduhan kecurangan dan mengatakan ingin menyatukan negara itu di bawah kepemimpinannya.

Pakistan menghadapi peningkatan kemelut ekonomi, yang mungkin membutuhkan talangan dari Dana Moneter Internasional, meskipun PTI tidak mengesampingkan mencari bantuan dari Cina, sekutu terdekat Islamabad.

Sekretaris Panitia Pemilihan Pakistan (ECP) Babar Yaqoob kepada wartawan pada Kamis menyatakan penghitungan tertunda karena kesalahan teknis dalam pelaporan elektronik dan penghitungan sekarang dilakukan secara manual. Hasilnya diperkirakan keluar pada Jumat pukul 02.00 waktu setempat

“Tidak ada persekongkolan atau tekanan dalam penundaan pengumuman hasil itu. Penundaan ini karena sistem transmisi anjlok,” kata Yaqoob.

Dengan 48 persen dari jumlah suara terhitung, PTI Khan tercatat memimpin sementara dengan menguasai 113 dari 272 daerah pemilihan untuk Majelis Nasional.

Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N) Sharif mengikuti dengan 64 daerah pemilihan dan Partai Rakyat Pakistan (PPP), yang dipimpin putra perdana menteri dua kali Benazir Bhutto, yang terbunuh, memimpin di 42 daerah pemilihan.

Kendati Khan masih cenderung gagal mencapai 137 kursi diperlukan untuk mayoritas di Majelis Nasional, ia diperkirakan tidak memiliki masalah dalam menemukan mitra koalisi dari pihak lebih kecil dan mandiri.

Editor: Febriansyah

Pemilu Pakistan, Imran Khan Dinyatakan Menang 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga