Ini Inovasi Baru Pemprov Sulsel Atasi Banjir

25
Aquapond

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemprov Sulsel mulai menjajaki teknologi penanggulangan banjir asal Jepang yakni Aquapond, semacam kolam retensi yang mampu menampung 90 persen air dan menanggung beban berjalan hingga 25 ton.

Dalam hal ini Pemprov Sulsel melalui Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang bekerja sama dengan Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA) dengan total nilai investasi sebesar Rp. 19,4 miliar.

JICA sendiri menunjuk PT Yamau untuk melakukan konstruksi uji coba aquapond di kompleks Kantor Gubernur Sulsel, tepatnya di halaman depan gedung utama.

Sebagaimana diketahui, jalan di depan Kantor Gubernur Sulsel kerap dilanda banjir saat musim hujan tiba. Karenanya, melalui teknologi ini diharapkan mampu menjadi penangkal banjir.

Staf Ahli JICA Pengembangan Infrastruktur, Ibrahim Jamaluddin memaparkan proyek ini merupakan tindak lanjut dari visibility study yang dilaksanakan tahun 2016-2017 terkait penanggulangan banjir di Kota Makassar.

“Awal mula dari tahun 2014, pihak Yamau melakukan audiensi ke gubernur SYL dan juga ke Walikota DP. Setelah itu, melihat persoalan yang hampir sama dengan daerah lain, perlu ada pengenalan mengenai aquapond,” katanya dalam kick off meeting yang digelar di Kantor Dinas SDA, Kamis, (26/07/2018).

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang, Andi Darmawan Bintang menyebutkan, lahan yang akan digunakan sekitar 700 meter persegi dengan dimensi kedalaman panjang 70 meter, lebar 8 meter dan tinggi 2 meter.

“Tapi dia akan lebih dalam lagi ke ke dalam tanah, total sampai di bawah permukaan sekitar 4 meter lebih. Jadi kebutuhan lahan yang ada di depan Kantor Gubernur sekitar 500 sampai 700 meter,” tandasnya.

Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Awang Darmawan