Sumarsono: Bela Negara Jangan Pakai Cara Tradisional

19
  • 1
    Share
Img20180726095415
Pj Gubernur Sulsel, Sumarsono memberikan sambutan pada Rakor Penanggulangan Kemiskinan tahun Anggaran 2018 bersama kepala daerah di Sulsel, Kamis (26/7/2018). (Sulselsatu/Ashrawi Muin)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Jelang peringatan hari Kemerdekaan RI, Pj Gubernur Sulsel, Sumarsono, mengatakan masyarakat perlu mengetahui tentang pertahanan, keamanan dan aksi bela negara.

Hal ini disampaikan saat menerima kunjungan Kepala Perwakilan Kementerian Pertahanan (PKP) RI di Prov Sulsel, Brigjen TNI Wahyu Agung Prayitno yang didampingi oleh Staf Utama PKP Provinsi Sulsel Kolonel Sus Andi Arman, di Ruang Kerja Gubernur Sulsel, Kamis, (26/07/2018). 

“Saya ingin bela negara jangan pakai cara tradisional, ada cara-cara baru. Saya juga ingin rasa cinta tanah air ini ditumbuhkan,” kata Sumarsono. 

Soni, sapaannya, menyebutkan dalam menumbuhkan cinta tanah air, juga bisa dilakukan melalui baris berbaris. Pendekataan lain adalah saat mengumandangkan lagu Indonesia Raya dengan penuh penjiwaan, menghentikan aktvitas lain.

“Sikap bediri kita sebagai bentuk menghormati simbol negara,” sebutnya. 

Sementara itu, dalam pertemuan yang juga membahas bagaimana menangani dan menaggulangi radikalisme ini, Brigjen TNI Wahyu, mengapresiasi konsen Gubernur terhadap bela negara di Sulsel. 

“Beliau sangat konsen terhadap pembinaan bela negara di Sulsel. Ia juga menawarkan suatu konsep bagaimana pembinaan bela negara sampai dengan gross root (akar rumput),” sebutnya. 

Sebuah bentuk aplikasi yang lebih praktis dan mudah diterapkan di daerah ini akan dilakukan. Kerjasama ini dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel, Dinas Pendidikan Sulsel, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel, PUPR, dan Bagian Pemerintahan Provinsi Sulsel. 

“Kita akan membuat satu tim dalam rangka bergotong royong membangun bangsa ini. Yang paling spesifik adalah penguatan di bidang ideologi,” ujarnya. 

Bentuk kegiatannya kata dia, masih dikonsepkan. Penguatan bela negara ini hadir bukan karena kondisi negara tidak stabil, justru Ia mengatakan terlihat dari Pilkada dan beberapa event nasional. 

Menurutnya, bangsa Indonesia harus tetap memberi penguatan, sehingga Kementerian Pertahanan hadir untuk memberikan penguatan dan mendorong partisipasi masyarakat dalam rangka bela negara.

“Saya akan mati-matian bekerja untuk membantu pemerintah daerah Sulsel, kemudian, termasuk pengelolaan ruang wilayah pertahanan,” jelasnya.

Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Awang Darmawan

Sumarsono: Bela Negara Jangan Pakai Cara Tradisional 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga