“Berbau” Mark Up, Mahasiswa Minta Penegak Hukum di Jeneponto Usut Proyek RTLH

24
  • 1
    Share
Img 20180727 Wa0031
Unjuk rasa Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Bersatu di sejumlah lokasi di Jeneponto, Jumat (27/7/2018). (Ist)

SULSELSATU.com, JENEPONTO – Sejumlah aktivis yang mengatasnamakan diri Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Bersatu melakukan aksi unjuk rasa di tiga titik di Jeneponto, Jumat (27/7/2018).

Ke tiga titik lokasi aksi unjuk rasa yakni depan Dinas Perumahan Kawasan Pemungkiman Perumahan (PKPP), Kantor Bupati Jeneponto dan Kejaksaan Negeri Jeneponto.

Ada sejumlah tuntutan yang disuarakan, di antaranya dugaan mark up anggaran proyek pengadaan bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun anggaran 2017 yang bersumber dari APBN.

Salah satu orator, Alim Bahri mengatakan, proyek yang menelan anggaran Rp3,6 miliar tersebut diduga ada mark up anggaran di dalamnya, sehingga pihaknya meminta agar proyek tersebut diusut tuntas.

“Kami meminta kepada Bupati Jeneponto, agar kiranya mengevaluasi proyek RTLH itu serta meminta agar Kadis PPKP (Ashari Buang) dicopot karena kami menduga ada kong kalikong dengan PT. Tri Kas Bungen Turatea,” ucap Alim.

Tidak hanya itu, Alim juga meminta agar kasus ini ditangani serius oleh pihak penegak hukum. “Kami minta Kejari dan Tipikor periksa dinas terkait dan rekanan proyek RTLH itu,” pintanya.

Penulis: Dedi
Editor: Hendra Wijaya

"Berbau" Mark Up, Mahasiswa Minta Penegak Hukum di Jeneponto Usut Proyek RTLH 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga