Tim Kultural 1912 SIP Tancap Gas Sosialisasikan Iqbal Parewangi

94
  • 45
    Shares
Img 20180711 Wa0024
Taufiq Fachruddin mengatar Iqbal Parewangi mendaftar sebagai calon anggota DPD RI di KPU Sulsel, Rabu (11/7/2018). (Sulselsatu/Asrul)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Salah satu jaringan pemenangan calon anggota DPD RI, Iqbal Parewangi, Tim Kultural 1912 SIP mulai bergerak menggarap warga Muhammadiyah. Tim ini mulai tancap gas mensolidkan kembali jaringan dukungan lama Muhammadiyah untuk senator petahana yang dikenal dengan tagline “Senator Berkinerja, Bersih, Istiqamah” itu.

Koordinator Tim Kultural 1912 SIP, Istiana mengatakan, pihaknya telah merampungkan struktur tim di 24 kabupaten/kota di Sulsel. Umumnya, relawan berasal dari eksponen Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Sulsel.

Selain itu, Tim Kultural 1912 SIP juga terdiri dari eksponen lintas generasi di lingkungan Muhammadiyah yang mendukung Iqbal melanjutkan kinerja dan baktinya untuk Sulsel di DPD RI. Mereka nantinya akan bergerak mensosialisasikan Iqbal ke warga Muhammadiyah yang memang merupakan salah satu basis suaranya pada Pemilu 2014.

“Alhamdulillah beberapa waktu lalu kita sudah merampungkan struktur tingkat kabupaten/kota dan sudah kami laporkan dua hari lalu. Teman-teman selanjutnya akan bekerja merampungkan tim hingga ke tingkat kecamatan dan desa untuk pemenangan Kanda Iqbal Parewangi,” katanya, Sabtu (28/7/2018).

Selain itu, lanjut Istiana, Tim Kultural 1912 SIP akan mulai menggalakkan program Silaturahmi Literasi yang menjadi salah satu program andalan Iqbal Parewangi. Program ini berupa diskusi dan bedah buku yang akan menyasar tidak hanya warga Muhammadiyah, namun juga aktivis ormas Islam lainnya di Sulawesi.

Kegiatan ini nantinya akan dihadiri langsung oleh Iqbal Parewangi dan pembicara yang ahli di bidangnya.

“Kita memang sengaja memilih agenda ini. Jadi tidak hanya sosialisasi, tapi kita juga tetap menggalakkan pencerdasan bagi masyarakat,” ujar Istiana.

Sementara itu, Iqbal Parewangi mengimbau agar tim relawannya tetap mengedepankan cara-cara yang baik dan bijak dalam mensosialisasikan dirinya ke masyarakat. Ia menekankan agar timnya menghindari mindset pertarungan yang banyak digaungkan oleh sebagian kandidat.

“Tidak ada pertarungan, juga persaingan atau pertandingan. Yang ada persandingan. Sinergitas dalam demokrasi,” katanya.

Menurut Iqbal, gaya berpikir pertarungan, saling jegal, hanya berlaku di masa Romawi Kuno dan hanya dianut oleh orang-orang yang tak berkemajuan. Di era sekarang ini, pertarungan mulai ditinggalkan dan berganti menjadi kolaborasi.

“Sekarang eranya kolaborasi. Harus ada sinergitas dalam berdemokrasi. Fokus jalankan program dan hindari persaingan atau pertarungan. Jadi mari laksanakan program masing-masing,” tuturnya.

Soal dukungan dari warga Muhammadiyah, Iqbal mengaku optimis akan tetap mendapatkan dukungan yang besar dari anggota dan simpatisan organisasi yang membesarkannya itu. Kendati, Muhammadiyah merekomendasikan Syaiful Saleh sebagai calon anggota DPD RI di Pemilu 2019.

“Alhamdulillah, dukungan dari warga Muhammadiyah dan Aisyiyah terus mengalir. Bahkan belakangan semakin deras. Warga persyarikatan rasional menilai kinerja. Dan merdeka. Belanda pun tidak bisa mengekangnya,” katanya.

Penulis: Asrul
Editor: Awang Darmawan