KPPU Sebut Kenaikan Harga Telur dan Ayam karena Tekanan Dolar

KPPU Makassar, Aru Armando. Telur dan ayam (Sulselsatu/Moh Niaz Sharief)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Harga telur dan ayam masih tinggi dan di atas batas wajar. Komisi Pengawas dan Persaingan Usaha (KPPU) Makassar menyebut, kenaikan harga ini juga dipengaruhi karena penguatan dolar.

Kepala KPPU Makassar, Aru Armando mengatakan, kenaikan harga telur dan daging ayam juga karena dipengaruhi kenaikan pakan, baik ayam petelur dan pedaging.

“Seperti kita tahu kalau kenaikan pakan ini karena menguatnya nilai tukar dolar. Saat ini masih banyak komponen pakan yang diimpor,” kata Aru sapaan akrabnya.

Dari pantauan KPPU Makassar, Aru menyebut bahwa harga telur berkisar hingga Rp42 ribu per rak. Sementara harga daging ayam berkisar hingga Rp32 ribu per kilogram. Kedua harga ini tergolong tinggi.

Selain karena dipengaruhi oleh nilai tukar dolar terkait impor pakan, kenaikan harga tersebut disebabkan oleh kurangnya bibit. Ini juga pengaruhi oleh pengurangan impor Grand Parent Stock (GPS) 2016.

“Faktor ketiga adalah pelarangan penggunaan AGP (Antibiotic Growth Promotors) dalam pakan sehingga berdampak pada penurunan produktivitas, baik ayam petelur maupun pedaging,” ujarnya.

Penulis: Sri Wahyudi Astuti
Editor: Hendra Wijaya