Ainul Ternyata Berencana Menikah Usai Mendaki Gunung Rinjani

35
Amrullah
Amrullah, orang tua Muhammad Ainul Taksim (25), pendaki yang tewas di Gunung Rinjani. (Sulselsatu/Hermawan Mappiwali)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kabar duka tentang kematian seorang pendaki asal Makassar, Sulawesi Selatan, Muhammad Ainul Taksim (25) di Gunung Rinjani membawa luka bagi Amrullah (59) dan Farida (52), orang tua Ainul. Ia kini harus ikhlas merelakan putranya itu kembali ke pangkuan Ilahi.

Sebelum peristiwa nahas itu terjadi, Amrullah mengaku sebenarnya telah menawarkan putranya untuk menikah. Namun, almarhum ingin terlebih dahulu mendaki tiga gunung di Indonesia sebelum ia memenuhi permintaan ayahnya.

“Saya mau kasi kawin, dia bilang janganmi dulu. Masih ada saya punya cita-cita belum terpenuhi. Itumi, mendaki tiga gunung (Rinjani, Bromo dan Semeru),” ujar Amrullah.

“Anak saya itu supel, yang begitu (pacaran) nda dia pedulikan, makanya dia petualang,” ujarnya lagi.

Namun kini Amrullah harus menerima kenyataan lain. Muhammad Ainul Taksim yang merupakan putra keempatnya itu telah pergi untuk selama-lamanya.

Ia kini tinggal berharap jasad putranya segera dipulangkan ke rumah duka di Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

Diberitakan sebelumnya, Muhammad Ainul Taksim dikabarkan tewas usai tertimpa longsoran batu saat mendaki gunung Rinjani. Longsor tersebut akibat efek gempa bumi berkekuatan 6,4 SR di wilayah Lombok, Bali dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Penulis: Hermawan Mappiwali
Editor: Awang Darmawan

Ainul Ternyata Berencana Menikah Usai Mendaki Gunung Rinjani 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga