Mahasiswa Teknik Unhas Sepakat Wujudkan Kampus Bebas Kekerasan

141
Teknik Unhas

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin berkomitmen untuk menciptakan kampus yang damai tanpa kekerasan. Komitmen tersebut disampaikan dalam Talk Show yang mengusung tema “Unhas Masa Depan; Kampus Tanpa Kekerasan” yang digelar di Lecture Theater FT Unhas, Minggu (29/7/2018).

Talk show ini merupakan rangkaian kegiatan dari Pelatihan Training of Trainer dan Peer Mentor FT Unhas yang berlangsung sejak Rabu (25/7/2018). Hadir sebagai pembicara, Wakil Dekan III Fakultas Teknik Unhas Mukti Ali, Anggota DPD RI Iqbal Parewangi, dan dua orang perwakilan dari peserta pelatihan.

Salah seorang mahasiswa, Muhammad Rifqi mengatakan, komitmen ini merupakan bukti keinginan kuat seluruh mahasiswa untuk mengubah citra Fakultas Teknik Unhas yang selama ini sering diidentikkan dengan budaya kekerasan. Menurut dia, citra buruk yang selama ini melekat di masyarakat itu harus segera diubah.

“Fakultas Teknik Unhas ke depan harus menjadi kampus yang damai tanpa kekerasan,” katanya.

Rifqi menjelaskan, pihaknya menolak segala bentuk kekerasan baik fisik, verbal, maupun mental di fakultas teknik. Ia bersama mahasiswa lainnya siap menyebarkan nilai-nilai kebenaran dan kemanusiaan, menjunjung tinggi solidaritas dan loyalitas berdasarkan asas kekeluargaan.

“Selama 4 tahun ini, Fakultas Teknik telah banyak mengalami kemajuan. Tinggal tugas mahasiswa apakah ingin menjadi penonton atau ikut menjadi pelaku perubahan itu,” ujarnya.

Wakil Dekan III Fakultas Teknik Unhas, Mukti Ali menyambut baik komitmen perubahan yang digaungkan mahasiswa itu. Ia mengatakan, pihak kampus berkomitmen mendukung penuh seluruh kegiatan mahasiswa yang berorientasi pada pendidikan karakter.

“Seperti Peer Mentor ini, kita dukung penuh. Sejak awal memang kita telah melarang segala bentuk tindak kekerasan di kampus,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPD RI, Iqbal Parewangi menyebut, kekerasan di dunia kampus sejatinya tidak hanya ada di Unhas. Menurut dia, tindak kekerasan juga marak terjadi di perguruan tinggi ternama lainnya di Indonesia.

Iqbal mengatakan, imej buruk yang melekat dengan Fakultas Teknik Unhas sebenarnya merupakan modifikasi dari stigma yang ingin dibangun pihak luar bahwa Sulsel identik dengan kekerasan.

Olehnya, ia mengajak mahasiswa Fakultas Teknik Unhas untuk melawan stigma tersebut dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif.

“Tempa diri kalian dengan usaha yang keras. Jangan jadi generasi yang manja. Karena energi anak muda yang dialirkan ke hal yang positif pasti berbuah baik. Sebaliknya, jika dialirkan ke hal negatif akan berubah jadi tindak kekerasan. Jadi, keras yes, kekerasan no!,” tuturnya.

Editor: Awang Darmawan

Mahasiswa Teknik Unhas Sepakat Wujudkan Kampus Bebas Kekerasan 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga