Ada 12 Kelompok Kerja Tak Berizin di Tambang Allakuang Sidrap

26
Kadis Esdm Sulsel
Kepala Dinas ESDM Sulsel, Gunawan Palaguna (batik). (Sulselsatu/Asrhawi Muin)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menemukan adanya 12 kelompok kerja yang belum memiliki izin resmi di lokasi pertambangan batuan Desa Allakuang, Kecamatan Naritengngae, Kabupaten Sidrap.

Hak ini berhasil terungkap saat pihak dinas ESDM melakukan peninjauan lapangan beberapa waktu lalu. Di dalam laporan tertulis, terlihat hanya perusahaan CV Wonder yang memiliki izin resmi.

Kepala Dinas ESDM Sulsel, Gunawan Palaguna mengatakan, 12 kelompok kerja tersebut harus mengurus izin sesuai dengan undang-undang pertambangan yang berlaku.

“Dengan adanya UU pertambangan mereka diwajibkan urus izin dan membayar pajak Rp 2.500 per kubik tambang yang diambil, dan membayar iuran kas desa sebesar Rp 10 ribu per truk,” kata Gunawan, Selasa (31/07/2018).

Dia menegaskan, izin penambangan akan terus berlanjut mengingat area tambang tersebut tidak termasuk wilayah cagar alam dan tidak menganggu spot wisata permandian yang tidak jauh dari lokasi tersebut.

“Lokasinya memang komunitas batuan, ekosistem cagar alam batuan di sana masuk dalam wilayah tambang, jadi tidak ada alasan untuk mengembangkan,” ulasnya.

Desa Allakuang sendiri menjadi sumber pendapatan desa bagi ketersediaan peralatan rumah tangga. Pasalnya, hasil tambang batuan tersebut kebanyakan dijadikan lesung dan ulekan dapur. Selain itu, masyarakat juga menggunakan bahan batu tersebut untuk membuat batu nisan dengan harga Rp 500 ribu hingga Rp 3 juta per nisan.

“Sudah kami surati pemerintah setempat, bahkan sampai ke desanya bahwa masyarakat yang melakukan rancangan harus segera menghentikan kegiatan pertambangan jika tanpa izin,” lanjut Gunawan.

Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Awang Darmawan

Terpopuler