Dinkes Palopo Siap Sukseskan Pekan Imunisasi Campak dan Rubella

17
  • 1
    Share
Dinkes Palopo

SULSELSATU.com, PALOPO – Dinas Kesehatan Kota Palopo siap untuk menyukseskan Pekan Imunisasi Campak dan Measles Rubella (MR) yang akan dicanangkan 1 Agustus besok.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo, dr. Iskandar mengatakan, program ini diharapkan bisa mengentaskan masalah penyakit campak dan measles rubella di Palopo. Sehingga, Palopo diharapkan bisa bebas dari penyakit campak dan measles rubella pada 2019 mendatang.

“Pelaksanaan imunisasi campak dan rubella akan dicanangkan Pak Wapres di Makassar 1 Agustus besok. Untuk Kota Palopo, kita akan canangkan setelah itu, yakni 3 Agustus,” katanya, Selasa (31/7/2018).

Ia mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan setiap tahunnya untuk menekan kasus angka penyakit campak dan rubella di Kota Palopo. Namun berdasarkan data yang dihimpun menunjukkan penyakit campak dan rubella mengalami pasang surut.

Pada tahun 2013, jumlah penderita campak dan rubella tercatat sebanyak 7 kasus. Sementara pada tahun 2014 jumlah tersebut mengalami kenaikan tajam pada sebanyak 23 kasus.

Namun pada tahun 2015 jumlah penderita campak dan rubella menurun drastis hanya 5 kasus saja dan tahun 2017 kembali naik menjadi 32 kasus.

“Akhir bulan Juni 2018 kemarin, jumlah penderita campak dan rubella di Palopo sudah mencapai 14 kasus,” ujar Iskandar.

Imunisasi campak dan rubella, menurut Iskandar, sangat penting. Campak dan rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus campak dan rubella.

Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru-paru, radang otak, kebutaan, gizi buruk bahkan kematian.

“Sementara Rubella biasa berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester atau awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran dan kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Kecacatan ini dikenal sebagai Sindroma Rubella Kogenital yang meliputi kelainan pada jantung, kerusakan jaringan otak, katarak, ketulian dan keterlambatan perkembangan anak,” jelas Iskandar.

Ia pun berharap agar seluruh pihak ikut menyukseskan pekan imunisasi campak dan rubella tahun 2018.

“Mari kita bersama-sama menyukseskan imunisasi campak dan rubella. Keterlibatan semua pihak sangat kita harapkan, seperti pihak sekolah,” harapnya.

Khusus di Kota Palopo, data dari seluruh Puskesmas menunjukan ada sekira 45.836 yang akan diimunisasi tahun ini, mulai dari usia 9 bulan dan 15 tahun ke bawah, atau usia 9 bulan hingga usia anak sekolah SMP.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Juwita Talibe menambahkan imunisasi campak rubella merupakan pengganti imunisasi campak sebelumnya.

“Imunisasi ini dilakukan secara berkala pada balita berumur 9 bulan selanjutnya, balita berumur 18 bulan atau satu setengah tahun dan pada usia anak 7 tahun tahun atau usia anak kelas 1 sekolah dasar,” katanya.

Penulis: Herianto
Editor: Awang Darmawan