28 Tahun Dinanti, Patung GWK Akhirnya Rampung

220
  • 5
    Shares
Gwk
Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK). (int)

SULSELSATU.com, BALI – Penantian panjang masyarakat Indonesia atas dibangunnya Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali akhirnya telah usai. Menilik ke belakang, Patung GWK ini sudah dibangun sejak tahun 1990 di atas lahan seluas 67 hektar. Dibutuhkan waktu kurang lebih 28 tahun penyelesaian patung yang memiliki tinggi sekitar 121 meter tersebut.

Dengan ketinggian lebih dari 100 meter lebih itulah, GWK menempati posisi kedua patung tertinggi di dunia. Sementara patung tertinggi pertama di dunia ada di Henan, China yang bernama Spring Temple Buddha dengan berat 1.000 ton.

Dilansir dari travelingyuk.com, sebagai wujud syukur atas selesainya pembangunan yang memakan waktu berpuluh-puluh tahun ini, akan diadakan syukuran pada tanggal 4 Agustus 2018. Agendanya akan dilengkapi dengan pertunjukan seni yang disajikan di Cultural Park GWK. Sejumlah artis akan memeriahkan acara. Tentu saja ini menjadi waktu yang tepat untuk berkunjung ke Bali.

Setelah selesainya pembangunan patung GWK, diharapkan ini akan menjadi simbol baru pariwisata sekaligus merupakan kebanggaan baru masyarakat Bali. Diharapkan juga, GWK ini bisa menjadi salah satu daya pikat dan menyumbang kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Karena tidak bisa dipungkiri target kunjungan wisatawan mancanegara di tahun 2019 ini cukup banyak juga, sekitar 20 juta wisatawan.

Pembangunan Patung GWK ini dimulai dari gagasan Nyoman Nuarta bersama dengan mantan Menteri Pariwisata, Pos, dan telekomunikasi Joop Ave. Awal tahun 1990, rencana pembuatan patung tersebut dipresentasikan kepada Presiden Soeharto dan mendapatkan persetujuan.

Selanjutnya di tahun 1997, peletakan batu pertama pembangunan Culture Park GWK di Bukit Ungasan, Jimbaran, Bali dilakukan. Lokasi tempat pembangunan Patung GWK ini merupakan bekas penambangan kapur liar dan sudah tidak produktif lagi. Lahan tersebut ditinggalkan dalam kondisi yang tidak baik. Selanjutnya bakal menjadi salah satu ikon wisata yang banyak dikunjungi di Bali.

Editor : Febriansyah