Penjelasan Ngabalin Soal Posisi SYL di KSP

178
  • 3
    Shares
Img 20180801 Wa0057
Penyerahan SK sebagai staf ahli presiden oleh Tenaga Ahli Utama Presiden Ali Mochtar Ngabalin ke Syahrul Yasin Limpoe di Makassar. (Ist)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin datang ke Makassar untuk memberikan surat langsung kepada mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Surat yang diserahkan oleh Ali Mochtar berwarna putih yang masih tersegel rapat dengan tulisan Kantor Staf Presiden Republik Indonesia berwarna hitam dengan gambar Istana Presiden berwarna emas.

“Jadi saya datang ke Makassar ini atas nama Kepala Staf Kantor Kepresiden Republik Indonesia, Panglima TNI Jendral (Purn) Moeldeko,” kata Ngabalin.

Tenaga ahli utama setingkat dengan eselon 1B di Kedeputian IV KSP dan Juru Bicara Presiden itu, menyebutkan membawa surat spesial.

“Untuk Syahrul Yasin Limpo, mantan Gubernur Sulsel, tugas penting ini saya datang. Dan beliau sebagai kader Partai Nasional Demokrat, ada koordinasi penting yang harus dilakukan, dengan pimpinan partai dengan kader-kader terbaik Partai NasDem,” ujarnya.

Dia memberikan bocoran bahwa negara membutuhkan orang-orang pintar, memiliki kemampuan intelektual, knowledge (pengetahuan) seperti SYL.

“Saya berjumpa Beliau, Saya senang, Saya bahagia, tinggal nanti apa keputusan dan waktu dimiliki Pak Syahrul karena partai membutuhkan beliau,” ucapnya.

Ia pun merasa yakin akan ada momentum yang tepat untuk melaporkan pada Presiden Jokowi terhadap betapa pentingnya seorang SYL untuk kepentingan bangsa dan negara. Mendukung kerja-kerja presiden yang besar dan berat khususnya di Kantor Staf Kepresidenan.

Untuk surat khusus dari KSP ini pun, Ia tidak berani buka dan tidak mengetahui isinya.

“Karena saya hanya bawa, karena rahasia negara saya harus serahkan pada beliau, nanti kita liat,” ujarnya.

Apakah tawaran untuk SYL menjadi tenaga ahli, Ngabalin hanya menjawab secara diplomatis.

“Kalau negara yang perlu tentu, sama dengan Saya, Saya inikan kader Partai Golkar, presiden membutuhkan saya sebagai mulut, mata dan telinga presiden, sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Kepresidenan,” ungkap Komisaris PT Angkasa Pura ini.

Penulis: Asrul
Editor: Hendra Wijaya

Penjelasan Ngabalin Soal Posisi SYL di KSP 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga