Soal Persitegangan dengan Warga Pontap, Ini Kata Cama Wara Timur

241
  • 10
    Shares
Img 20180801 Wa0095
Aksi unjur rasa penolakan pembangunan sarang burung walet oleh warga Kelurahan Pontap di depan Kantor Camat Wara Timur, Palopo, Rabu (1/8/2018). (Ist)

SULSELSATU.com, PALOPO – Camat Wara Timur, Palopo, Baso Asnur akhirnya angkat bicara soal perselisihan pembangunan sarang burung walet di Kelurahan Pontap.

“Pertama kita di sidak, setelah pukul 02.00 siang kita ke DPRD dari awal teman-teman yang membawakan aspirasi menuding camat berat sebelah katanya. Ada beberapa teman di depan umum meneriaki terus tanpa berhenti setiap melihat saya bergabung dengan tim jadi, saya tanya kenapa kah camat di teriaki terus seperti itu,” kata Baso Abnur, Kamis (2/8/2018).

Baca juga: Gara-gara Sarang Burung Walet, Camat Wara Timur Ajak Duel Warganya

Menurutnya, ia hanya ingin memberikan penjelasan dari segi mana yang dilanggar oleh pemohon pembuatan sarang burung walet.

“Saya hanya ingin memberikan penjelasan apanya yang dilanggar. Kan belum ada di Palopo ini sarang burung walet yang bermasalah, lagian persyaratan administrasi pemohon lengkap,” ujarnya.

Dia menganggap, pembawa aspirasi bernama Muh. Sidik yang melakukan penolakan pembangunan sarang burung walet tersebut tidak menghargainya selaku camat.

“Sulitnya karena pembawa aspirasi kuarang sopan bahkan di depan umum camat di katai-katai dengan bahasa yang tidak sepantasnya, padahal di lokasi itu ada beberpa anggota DPRD dan beberpa masyarakat sehingga kemungkinan kemarin saya suaranya begitu agak keras dan dianggap salah,” ucapnya.

“Serba salahki disetujui salah tidak disetujui juga salah, makanya kita menawarkan solusi bagaimana kalau dibangun saja dulu dengan ketentuan jika dikemudian hari ada imbasnya baru di tutup supaya jalan semua dan yang mau membangun sudah membuat pernyataan di atas kertas materi,” pungkasnya.

Sebelumnya, warga Pontap, Kota Palopo yang melakukan aksi penolakan pembangunan sarang burung walet bersitegang dengan Camat Wara Timur, Baso Asnur, Rabu (1/8/2018) sore.

Ketegangan itu berlangsung saat Muh. Sidik, yang merupakan tokoh pemuda setempat menolak pembangunan sarang burung walet tersebut. Baso yang tak terima hal itu, kata Sidik, mengajak untuk beradu jotos.

Penulis: Herianto
Editor: Hendra Wijaya