Tak Punya Identitas, 618 Anak-anak Bulukumba Tertahan di Malaysia

18
  • 1
    Share
Img 20180802 110324
Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Provinsi Sulawesi Selatan, Moh. Agus Bustami saat sambutan, diacara launching layanan klinik Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) RSUD H. A. Sulthan Dg. Radja Bulukumba, Kamis, 2/7/2018. (Sulselsatu/Akbar Wahyudi)

SULSELSATU.com, BULUKUMBA – Sebanyak 618 anak Bulukumba tertahan di Malaysia. Mereka bergantung hidup pada perusahaan perkebunan dimana orang tua mereka bekerja.

Hingga saat ini, mereka tidak pernah pulang ke kampung halamanya, dikarenakan tidak memiliki identitas kependudukan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Provinsi Sulawesi Selatan, Moh. Agus Bustami di sela acara launching layanan klinik Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) RSUD HA. Sulthan Dg. Radja Bulukumba, Kamis (2/7/2018)

Bahkan di Pontianak, kata Bustami, warga asal Bulukumba berjumlah sekitar 1.100 jiwa. Warga tersebut merupakan mantan TKI dari negeri Jiran, Malaysia yang tidak memiliki identitas.

Saat ini Bustami mengaku telah membangun sekolah di negeri Jiran untuk memenuhi kebutuhan pendidikan bagi mereka.

“Kami bersama pemerintah pusat telah membangun sekolah di Sabah. Mulai TK, SMP, hingga SMA yang juga dibiayai perusahaan perkebunan,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali, mengaku bakal mengupayakan untuk memfasilitasi pembuatan dokumen kependudukan bagi warganya di negeri tetangga.

“Semoga saja ada anggaran. Kami akan siapkan tim dan peralatan agar mereka memiliki identitas,” kata bupati berlatar belakang militer itu.

Penulis: Akbar Wahyudi
Editor: Awang Darmawan

Tak Punya Identitas, 618 Anak-anak Bulukumba Tertahan di Malaysia 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga