Mata-mata Rusia Menyusup Selama 10 Tahun di Kedubes Amerika

27
  • 1
    Share
Kedubes Amerika Serikat

SULSELSATU.com – Seorang mata-mata Rusia berhasil menyusup dan menjadi pegawai di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Moskow selama 10 tahun. Setelah ketahuan, AS diam-diam memecatnya pada tahun lalu.

Diberitakan AFP, hal ini pertama kali disebutkan oleh sumber anonim di pemerintahan AS kepada The Guardian dan CNN, Kamis (2/8). Mata-mata wanita Rusia itu berhasil menjadi pegawai Kedubes AS di Moskow setelah melalui proses rekrutmen Secret Service, badan pengawal presiden AS.

Kecurigaan muncul dalam pemeriksaan rutin oleh Kementerian Luar Negeri AS pada 2016. Wanita itu diketahui sering bertemu dengan agen dari badan intelijen Rusia, FSB.

Dalam pertemuan dengan FSB, wanita tersebut membeberkan informasi yang dia ketahui soal kegiatan Kedubes AS di Rusia. “Dia memberikan informasi lebih banyak dari yang dia ketahui,” kata pejabat AS kepada CNN.

Intel Rusia ini punya akses ke sistem email dan intranet Secret Service, sehingga memperoleh banyak informasi sensitif, termasuk jadwal presiden dan wakil presiden AS.

“Tapi dia tidak punya akses ke informasi yang sangat rahasia,” kata sumber CNN.

The Guardian menuliskan, Secret Service tidak menyelidiki lebih lanjut peran wanita itu, namun mereka memecatnya pada 2017. Hal ini diduga dilakukan untuk menutupi peristiwa yang sangat memalukan tersebut.

Wanita itu dipecat diam-diam bersamaan dengan diusirnya 750 diplomat AS ketika hubungan kedua negara memburuk akibat dugaan campur tangan pemilu AS oleh Kremlin.

“Secret Service mencoba menutupi penyusupan dengan memecatnya. Kerusakan telah terjadi, tapi manajemen senior Secret Service tidak melakukan penyelidikan internal untuk mengetahui seberapa jauh kerusakannya atau apakah ada intel lain,” ujar sumber The Guardian.

Kementerian Luar Negeri AS menolak mengomentari masalah intelijen ketika dimintai konfirmasi oleh AFP.

Hubungan AS dan Rusia tengah mengalami masa terburuk sejak Perang Dingin berakhir. Kedua negara berseteru dalam berbagai isu global, di antaranya perang di Ukraina, konflik Suriah, hingga masalah nuklir Iran.

Rusia juga jadi objek penyelidikan di AS atas tuduhan campur tangan pada pemilu 2016 yang memenangkan Donald Trump menjadi presiden.

Editor : Agung Hidayat

Rekomendasi Berita

Baca Juga