Ini Penyebab Harga Daging Ayam dan Telur Melonjak

55
  • 1
    Share
Img20180802142334
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, Abdul Aziz. (Sulselsatu/Asriadi)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Hampir sebulan, telur dan daging ayam di Makassar mengalami lonjakan harga. Harga telur ayam yang awalnya Rp42 ribu per rak naik menjadi Rp45 ribu bahkan ada yang sampai Rp50 ribu.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPK) Sulsel, Abdul Aziz pun menjelaskan, penyebab dari melonjaknya harga telur ayam disebabkan karena turunnya jumlah produksi.

“Ini disebabkan karena pada saat bulan puasa tidak sedikit ayam petelur dijual dagingnya. Yang seharusnya masih perlu berproduksi tetapi karena harga daging ayam jauh lebih bagus maka peternak cenderung menjual ternaknya dalam bentuk hidup,” kata Aziz, Jumat (3/7/2018).

Hal ini, kata dia, turut pula didukung dengan naiknya harga pakan ayam sehingga berimbas pada menurunnya jumlah produksi.

“Turunnya kurang lebih sampai 10 persen. Dan inilah salah satu penyebab sehingga harga telur sedikit mengalami kelonjakan,” jelasnya.

Selain itu, lonjakan harga daging ayam juga disebabkan karena adanya larangan menggunakan zak adiktif terhadap hewan ternak, utamanya ayam broiler, sehingga berpengaruh terhadap menurunnya jumlah produksi.

“Sekarang kalau orang pelihara ternak ayam yang seharusnya hanya dipelihara 35 hari dengan timbangan 1,2 daging, saat ini mungkin hanya 45 hari dengan hasil yang sama. Hal ini karena tanpa zat adiktif pertumbuhan hewan jadi agak terhambat,” ucapnya.

Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Hendra Wijaya

Ini Penyebab Harga Daging Ayam dan Telur Melonjak 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga