Gunung Anak Krakatau Meletus Hingga 49 Kali dalam Waktu 6 Jam

87
  • 4
    Shares
Krakatau
Gunung anak Krakatau (Foto/Twitter/Sutopo_PN).

SULSELSATU.com, LAMPUNG – Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung kembali mengalami erupsi hingga puluhan kali pada Jumat, (3/8/2018). Karena tingginya aktivitas vulkanis ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperluas radius berbahaya menjadi 2 kilometer (km).

“Sudah terjadi 49 kali letusan selama 3/8/2018 pukul 00.00-06.00 WIB. Radius berbahaya diperluas menjadi 2 km dari sebelumnya 1 km. Meski meletus tetap aman untuk penerbangan dan pelayaran,”ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dikutip dari Bisnis.com, Jumat (3/8/2018).

Dikutip dari wikipedia, Gunung Anak Krakatau muncul pada tahun 1927 atau kurang lebih 40 tahun setelah meletusnya Gunung Krakatau, dari kawasan kaldera purba tersebut yang masih aktif dan tetap bertambah tingginya.

Kecepatan pertumbuhan tingginya sekitar 0.5 meter (20 inci) per bulan. Setiap tahun ia menjadi lebih tinggi sekitar 6 meter (20 kaki) dan lebih lebar 12 meter (40 kaki).

Catatan lain menyebut penambahan tinggi sekitar 4 cm per tahun dan jika dihitung, maka dalam waktu 25 tahun penambahan tinggi anak Rakata mencapai 190 meter (7.500 inci atau 500 kaki) lebih tinggi dari 25 tahun sebelumnya. Penyebab tingginya gunung itu disebabkan oleh material yang keluar dari perut gunung baru itu.

Saat ini ketinggian Anak Krakatau mencapai sekitar 230 meter di atas permukaan laut, sementara Gunung Krakatau sebelumnya memiliki tinggi 813 meter dari permukaan laut.

Anak Krakatau masih relatif aman meski aktif dan sering ada letusan kecil, hanya ada saat-saat tertentu para turis dilarang mendekati kawasan ini karena bahaya lava pijar yang dimuntahkan gunung api ini.

Editor: Febriansyah