Vaksin Meales Rubella Diperbincangkan Masyarakat Sinjai, Ini Tanggapan Diskes

100
  • 16
    Shares
Img 20180801 130411
Murid SD 103 Bontompare saat diberi imunisasi campak dan rubella oleh petugas Dinas Kesehatan Sinjai. (Sulselsatu/Andi Irfan Arjuna)
Vaksin Meales Rubella Diperbincangkan Masyarakat Sinjai, Ini Tanggapan Diskes 1

SULSELSATU.com, SINJAI – Terkait program gerakan imunisasi nasional campak atau vaksin Measles Rubella (MR) yang dicanangkan pihak pemerintah pusat muali 1 Agustus 2018 ini, menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Sinjai, khususnya di media sosial.

Yang menjadi pokok perbincangan terkait program Kementerian Kesehatan ini, yakni bahwa kandungan dalam vaksin MR tersebut belum mendapatkan sertifikat berlebel halal dari pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI), sehingga menciptakan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Sekertaris Dinas Kesehatan Sinjai, Irwan Suaib menyebutb, terkait adanya tanggapan pro dan kontra terhadap program tersebut, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penundaan atau pemberhentian tanpa ada perintah dari pusat.

“Karena ini adalah program pemerintah, maka kami yang di daerah hanya menjalankan. Kita hanya menunggu intruksi dan jika ada permintaan penundaan dari Kemenkes pasti kita tindaklanjuti,” terang Irwan Suaib, Jumat (3/8/2018).

Irwan mengatakan, bagi orangtua murid yang masih meragukan anaknya untuk divaksin, bisa berkonsultasi petugas kesehatan atau pihak yang memahami agar tidak terjadi keraguan.

“Dampak penyakit luar biasa dan bisa mematikan apa bila tidak dilakukan vaksin terhadap anak-anak kita. Dampaknya cukup luar biasa, bisa mengakibatkan radang paru-paru, kebutaan, gizi buruk, kelainan jantung, mata katarak, tuli, dan keterlambatan pertumbuhan anak karena penyakit ini sangat berbahaya,” sebutnya.

Penulis: Andi Irfan Arjuna
Editor: Hendra Wijaya

Iklan stie Amkop

Rekomendasi Berita

Baca Juga