Belum Ada Putusan MUI, BPKRMI Minta Pemberian Vaksin Rubella di Maros Dihentikan

209
  • 133
    Shares
Img 20180803 Wa0067
Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Maros saat memberikan pernyataan sikap penghentian pemberian vaksi MR kepada Ketua DPRD Maros, Chaidir Syam. (Ist)

SULSELSATU.com, MAROS – Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Maros, menyampaikan pernyataan sikap menolak pemberian vaksin Meales Rubella (MR) kepada anak di DPRD Maros.  

Ketua BKPRMI Maros, Asri Said mengatakan, pemerintah seharusnya menghentikan dulu penyuntikan vaksin itu sebelum ada kejelasan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait status halalnya. Orang tuasiswa juga sudah banyak yang menolak pemberian vaksin ke anaknya karena faktor tersebut.

“Sikap kami ini menolak, sebelum adanya kejelasan dari MUI pusat terkait halal dan haramnya. Makanya kami datang ke DPRD untuk menyampaikan sikap agar menunda dulu kegiatan vaksin ini sebelum ada kejelasan,” kata Asri, Jumat (3/8/2018).

Dia mengimbau, masyarakat untuk menolak pemberian vaksin MR kepada anak-anak mereka di sekolah, sampai terbitnya keputusan MUI. Pasalnya, sudah banyak orangtua yang mengaku resah dengan masalah ini.

“Banyak orang tua yang cemas dan bertanya ke kami soal itu. Yah kami imbau untuk menolak dulu, sampai nanti ada keluar pernyataan MUI mengenai status halalnya. Sekarang ini sudah banyak sekali beredar di media sosial dampak buruk akibat imunisasi MR itu,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Maros, Chaidir Syam mengatakan, pihaknya mendukung sikap ulama untuk meminta kejelasan terkait hal itu. Pihaknya akan segera memanggil Dinas Kesehatan Kabupaten Maros untuk meminta penghentian sementara pemberian vaksin MR di sekolah-sekolah.

“Pada dasarnya kita ingin baik dengan adanya program vaksin ini. Tapi karena berpolemik, kita meminta Dinas Kesehatan untuk menunda dulu sampai ada kejelasan. Apa lagi kan sudah ada kesepakatan, tanggal 8 ini akan ada surat dari MUI pusat mengenai kejelasannya,” pungkasnya.

Penulis: Indra Sadli Pratama
Editor: Hendra Wijaya

Belum Ada Putusan MUI, BPKRMI Minta Pemberian Vaksin Rubella di Maros Dihentikan 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga