Tolak Deklarasi 2019 Ganti Presiden, PMII Ancam Adang Neno Warisman di Bandara

782
  • 181
    Shares
Ketua Pmii
Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Makassar, Ashari Bahar. (IST)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Makassar, Ashari Bahar menolak segala aktivitas deklarasi “2019 Ganti Presiden”. Menurut dia, gerakan ini merupakan gerakan yang provokatif dan berpotensi memecah belah kesatuan.

Sebagai bentuk penolakan, pihaknya mengancam akan mengadang Neno Warisman di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Mereka mengancam akan menduduki Bandara Sultan Hasanuddin untuk menolak kedatangan ustazah kondang tersebut.

Diketahui, Neno bersama musisi Jhon Sang Alang akan berkunjung ke Makassar untuk mengikuti Deklarasi 2019 Ganti Presiden yang rencananya akan digelar di Monumen Mandala, 12 Agustus mendatang.

“Kami tidak akan membiarkan kehadiran Neno Warisman di Makassar jika hadir untuk melakukan provokasi kepada masyarakat Sulsel. Kami meminta kepada pihak kepolisian untuk tidak mengeluarkan ijin pada acara tersebut, sebab ini sama halnya gerakan makar,” kata Ashari, Sabtu (4/8/2018).

Sikap PMII ini bukan tanpa alasan. Ashari mengatakan, Gerakan 2019 Ganti Presiden sama halnya dengan gerakan makar.

“Masa pendaftaran calon presiden saja belum ditetapkan sudah mau main ganti-ganti presiden saja. Ini sama halnya melakukan gerakan makar,” kata Ashari.

Menurut dia, pesta demokrasi 2019 mendatang harus di sambut dengan baik, bukan malah menciptakan gerakan Deklarasi Ganti Presiden. Apalagi dalam gerakan ini banyak tokoh agama yang terlibat.

“Ormas-ormas Islam semestinya tidak membuat gerakan yang dapat memecah umat,” tuturnya.

Ia mengatakan, gerakan 2019 Ganti Presiden merupakan suatu lelucon. Pasalnya, Gerakan Ganti Presiden tanpa ada alternatif presiden yang ditawarkan dan menilai gerakan tersebut merupakan gerakan titipan dari Neno Warisman.

“Pertanyaannya kemudian yang mereka mau dorong buat gantikan Presiden siapa? Masa mereka kampanye 2019 ganti presiden asal ganti-ganti saja, kan lucu. Olehnya itu, kami anggap ini adalah titipan yang sengaja dibawa oleh Neno Warisman,” katanya.

Penulis: Abdul Kadir Jaelani
Editor: Awang Darmawan