Panwaslu Barru: Pidana Menanti Bagi Bacaleg yang Curi Start Kampanye

174
  • 22
    Shares
25cefb2e 3534 46e1 954f 57793120c22e 678x381

SULSELSATU.com, BARRU – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Barru tegaskan 
akan ada sanksi pidana jika ada bakal calon legislatif (bacaleg) yang melakukan kampanye pemilu di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU.

“Kami sudah edarkan surat pemberitahuan perihal pengawasan pelaksanaan kampanye pemilu kepada partai politik peserta pemilu sebelum jadwal tahapan kampanye,” kata Ketua Panwaslu Barru, Muhammad Nur Alim kepada Sulselsatu.com, Ahad (5/8/2018).

Nur Alim juga mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan pengawasan pra kampanye terhadap Alat Peraga Sosialisasi (APS) liar bacaleg, baik di dunia nyata, dunia maya (sosmed) maupun tindakan diluar dari aturan yang ada. 

“Bacaleg yang mencuri start kampanye pencalonannya pada pemilihan umum 2019 mendatang bisa diancam pidana kurungan 1 tahun atau denda paling banyak Rp12 juta,” kata Nur Alim.

Menurutnya Hal ini diatur dalam Pasal 276 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Partai politik hanya diperbolehkan melakukan sosialisasi dan pendidikan politik di internal partai politik dengan metode pemasangan bendera partai politik dan nomor urutnya dan/atau pertemuan terbatas dan memberitahukannya secara tertulis kepada KPU dan Panwaslu paling lambat 1 (satu) hari sebelum kegiatan dilaksanakan.

“Kami meminta kepada rekan-rekan bacaleg untuk menertibkan atau menurunkan APS yang melanggar dan masih terpasang baik ditempat umum ataupun di medsos,” ujarnya.

Penulis: Asriadi Rijal

Editor: Kink Kusuma Rein
Panwaslu Barru: Pidana Menanti Bagi Bacaleg yang Curi Start Kampanye 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga