Gugat ke MK, DIAmi Minta Pemilihan Suara Ulang di Pilwali Makassar

52
Pasangan calon walikota dan wakil walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto dan Indira Mulyasari Paramastuti di tengah ribuan pendukungnya saat deklarasi DIAmi, Rabu (22/11/2017). (Ist)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

Pasangan yang maju di Pilwali Makassar melalui jalur independen itu meminta agar MK memutuskan untuk digelar Pemungutan Suara Ulang (PSU).

“Gugatan 30 itu diajukan oleh pasangan DIAmi, kita minta agar PSU pada bulan Oktober 2018,” kata kuasa hukum DIAmi, Yusuf Gunco di Warkop Sija, Minggu (5/8/2018).

“Selain itu, jika PSU dikabulkan, maka kita juga meminta agar DIAmi menjadi peserta melawan kotak kosong,” tambah Ketua Partai Berkarya Kota Makassar tersebut.

Yugo sapaan akrabnya menambahkan bahwa, pihaknya optimis memenangkan sidang di MK melawan KPU Makassar.

“Insya Allah pekan depan akan dibacakan putusan sela. Kami optimis dan percaya bahwa gugatan DIAmi bakal dikabulkan,” tutup Yugo.

Yugo juga menyampaikan bahwa, pihak pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi sempat mengajukan diri sebagai pihak terkait dalam perkara yang dipermasalahkan DIAmi.

“Tetapi MK menolak agar Appi-Cicu menjadi pihak terkait dalam perkara yang kita ajukan,” tutup Yugo.

Penulis: Asrul
Editor: Hendra Wijaya

Gugat ke MK, DIAmi Minta Pemilihan Suara Ulang di Pilwali Makassar 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga